SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keagamaan
Home » Berita » Menyapa Masa Lalu di Jantung Kota: “Jejak Merah GPIB Immanuel Probolinggo”

Menyapa Masa Lalu di Jantung Kota: “Jejak Merah GPIB Immanuel Probolinggo”

Keterangan Foto : Gereja Merah GPIB Immanuel

Kota Probolinggo, Globalnext.id – Di tengah hiruk-pikuk modernitas Jalan Suroyo, berdiri sebuah bangunan yang seolah menolak tunduk pada waktu. Dikenal luas sebagai Gereja Merah, bangunan ikonik ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kota Probolinggo yang patut menjadi kebanggaan sekaligus wawasan bagi generasi muda.

Apa Itu Gereja Merah?
Secara resmi bernama Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel, bangunan ini adalah salah satu warisan kolonial Belanda paling otentik di Indonesia. Yang membuatnya unik adalah materialnya; seluruh kerangka dan dinding gereja terbuat dari pelat besi baja cor yang didatangkan langsung dari Belanda dengan sistem knock-down (bongkar pasang).

Menoleh ke belakang, sebuah prasasti bertuliskan “Gebouwd Anno 1862” menjadi bukti valid bahwa bangunan ini telah berdiri sejak tahun 1862.

Muscab X PPP Lumajang, Kak Toan Sudi Kembali Nahkodai Ketua DPC Partai Bergambar Ka’bah

Pembangunannya diinisiasi oleh seorang pendeta bernama Pattiradjawane. Pada masa itu, Probolinggo berada di bawah kepemimpinan Bupati Meijer, yang merupakan bupati pertama Probolinggo. Proses pembangunannya pun tergolong canggih pada masanya, mengingat material logam yang digunakan harus diangkut melintasi samudra sebelum akhirnya dirakit di lokasi.

Bagi para pemuda yang ingin berwisata sejarah atau sekadar mengagumi arsitekturnya, Gereja Merah terletak sangat strategis di Jalan Suroyo No. 32.
Wilayah: Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Pesan Untuk Generasi Muda:
Keberadaan Gereja Merah bukan hanya soal estetika warna merahnya yang mencolok, melainkan tentang bagaimana sebuah struktur besi mampu bertahan selama lebih dari 160 tahun.

Sebagai pemuda, mengenal warisan sejarah seperti ini adalah langkah awal untuk mencintai identitas kota. Gereja Merah mengajarkan kita tentang ketahanan, akulturasi budaya, dan pentingnya merawat ingatan kolektif bangsa. Jangan hanya lewat di depannya, sesekali berhentilah sejenak, lihat detailnya, dan sadari bahwa kita sedang berdiri di depan potongan sejarah dunia yang ada di tanah Probolinggo.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Mari jadikan Gereja Merah sebagai pengingat bahwa Probolinggo punya cerita yang luar biasa sejak dulu kala.” (*)

Pemkot Luncurkan SAPA BOS, Perkuat Akuntabilitas dan Cegah Penyimpangan Dana Pendidikan

Pewarta : Totok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ucapan Selamat Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W 2026

Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo

Selamat Tahun Baru 2026

Berita Populer

01

Diduga Surat Relaas Panggilan dari PA Kota Probolinggo Disabotase, Termohon Klarifikasi Melalui Surat ke Pengadilan Agama

02

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dampingi Kepala BBPMP Jatim Melauncing Gerakan Menulis 1000 Judul Buku Karya Siswa dan  Guru SMP Negeri 9

03

Lagi, Pohon Tumbang Tutup Total Akses Jalan Mastrip Arah Wonoasih.

04

Tutup Tempat Usaha Hiburan Karaoke, Satpol PP Kabupaten Probolinggo Tegaskan Siap Fasilitasi Perizinan Usaha Sesuai Aturan

05

Ngopi Bareng Media, Dandim 0821 Lumajang Tekankan Peran TNI sebagai Mitra Pembangunan Rakyat

Berita Terbaru






× Advertisement
× Advertisement