Foto: Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono (kiri) dalam kegiatan bimtek guru PAUD/TK-SD Satu Atap.
Probolinggo, Globalnext.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Program INOVASI — kemitraan pemerintah Indonesia dan Australia di sektor pendidikan — serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi tenaga pendidik PAUD/TK dan SD dalam konsep Satu Atap. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini di wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas PAUD atau TK yang memadai.
Acara berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (4–6 Juni 2026), bertempat di Harris Hotel & Conventions Gubeng Surabaya. Sebanyak 40 peserta hadir, terdiri dari guru kelas awal sekolah multigrade, calon pendidik PAUD/TK, pengawas sekolah, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan kebutuhan pendidikan yang menunjukkan masih banyak daerah di Probolinggo yang membutuhkan perluasan layanan pendidikan usia dini. Sebagai solusi, dikembangkanlah pendekatan TK–SD Satu Atap, sebuah strategi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Ditjen GTK Kemendikdasmen, Saiful Bari, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono.
Selama pelatihan, para peserta dibekali materi lengkap mulai dari konsep dasar PAUD, pemahaman perkembangan dan karakteristik anak usia dini, metode pembelajaran lewat bermain, penerapan disiplin positif, cara mengembangkan media ajar yang kreatif, teknik penilaian perkembangan anak, hingga praktik mengajar langsung atau microteaching. Tujuannya agar para calon guru memiliki kapasitas yang kuat dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan tahap pertumbuhan anak.

Provincial Manager Program INOVASI Jawa Timur, M. Adri Budi Sulistyo, menyampaikan bahwa penguatan layanan PAUD adalah bagian penting dari upaya besar meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah.
“Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan mitra pembangunan, kami berharap semakin banyak anak yang mendapatkan kesempatan belajar berkualitas sejak dini. Layanan PAUD yang kuat adalah fondasi utama bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan,” ujar Adri.
Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk pemenuhan hak anak atas pendidikan satu tahun pra sekolah.
“Kami sangat sadar bahwa masa usia dini adalah masa emas yang akan menentukan arah masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, kami berkolaborasi erat dengan Program INOVASI untuk melahirkan model PAUD/TK–SD Satu Atap, guna memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Langkah ini penting agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Hary.
Lebih lanjut Hary menjelaskan, pengembangan layanan ini menggunakan pendekatan baru bernama “Dari Multigrade ke Multilayanan”. Konsep ini dikembangkan dari keberhasilan penerapan sistem kelas rangkap di daerah-daerah terpencil.
“Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga mengintegrasikan peningkatan mutu pendidikan, pengelolaan sekolah yang lebih baik, layanan kesehatan dan gizi anak, perlindungan anak, serta penguatan peran orang tua melalui program pendampingan atau parenting,” jelasnya.
Direktur Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen, Saiful Bari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan Pemkab Probolinggo bersama INOVASI dalam mendukung program wajib belajar satu tahun prasekolah. Menurutnya, model yang dikembangkan ini sangat relevan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Program yang dikembangkan di Probolinggo ini nantinya bisa menjadi praktik terbaik bagi kami di tingkat pusat, sebagai bahan penyusunan kebijakan dan peraturan terkait pendidikan prasekolah. Model PAUD/TK–SD Satu Atap ini adalah inovasi yang tepat untuk menjangkau wilayah yang belum memiliki fasilitas PAUD. Terobosan ini menjadi gambaran yang kami butuhkan untuk disebarluaskan ke daerah lain yang memiliki tantangan serupa,” ungkap Saiful.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo kembali menegaskan tekadnya untuk mendukung program pendidikan nasional, sekaligus memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkualitas di masa mendatang. (*)
Pewarta: Joko




Comment