Foto: Pemaparan program layanan anak sehat dari RSIA Muhammdiyah Kota Probolinggo, di Aula SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo,(25/7/2026).
Probolinggo Kota, Globalnext.id – SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo bersama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhammadiyah Kota Probolinggo secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Program Siswa Sehat Muhammadiyah pada Jenjang SD/MI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026), bertempat di Aula SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo.
Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo dan menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo dengan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo dalam pelaksanaan Program Siswa Sehat Muhammadiyah pada Jenjang SD/MI.

Hadir dalam kegiatan ini, wali murid kelas I, jajaran karyawan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo, guru, serta tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik, membentuk kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta meningkatkan pengetahuan kesehatan bagi seluruh siswa di lingkungan SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo. Program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi tumbuh kembang peserta didik.
Pelaksanaan Program Siswa Sehat Muhammadiyah mengacu pada tiga pilar utama, yaitu Skrining Kesehatan (Rapor Sehat), Edukasi Dokter Kecil (Dokcil), dan Kartu Anak Sehat Muhammadiyah. Ketiga pilar tersebut dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan siswa sekaligus memberikan edukasi kesehatan secara berkesinambungan.
Pada pilar pertama, skrining kesehatan dilaksanakan melalui instrumen Rapor Sehat yang wajib dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun ajaran, yaitu pada Juli 2026 sebagai pemeriksaan awal semester ganjil dan Januari 2027 sebagai pemeriksaan lanjutan pada semester genap.
Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat melaksanakan monitoring terhadap indikator kesehatan peserta didik secara rutin setiap bulan sebagai bentuk evaluasi berkelanjutan.
Pilar kedua diwujudkan melalui pembinaan dan edukasi kepada kader Dokter Kecil (Dokcil) yang dilaksanakan secara berkala.
Materi pembinaan meliputi praktik hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan diri, etika batuk, penggunaan masker, kebersihan lingkungan sekolah, pengelolaan sampah, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), edukasi gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku, pentingnya sarapan dan konsumsi air putih, dasar-dasar pertolongan pertama (P3K), kesehatan reproduksi bagi siswa kelas IV hingga VI, kesehatan mata dan telinga, kesehatan gigi dan mulut, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan waktu istirahat.
Sementara itu, pilar ketiga berupa Kartu Anak Sehat Muhammadiyah akan menjadi media pencatatan dan pemantauan perkembangan kesehatan peserta didik secara berkelanjutan. Melalui kartu tersebut, kondisi kesehatan siswa dapat terdokumentasi dengan baik sehingga memudahkan proses pemantauan serta tindak lanjut apabila diperlukan.
Melalui kerja sama ini, SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo dan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo berkomitmen membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah sejak usia dini. Sinergi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Muhammadiyah yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesehatan diri maupun lingkungan.(*)
Perwarta: joko.






Comment