Foto: Siswa klas IV MIM Muhammadiyah 2 Kota Probolinggo saat praktek khotbah Jum’at (17/9/2026).
Probolinggo, Globalnext.id — Sebanyak 52 siswa kelas 4 MI Muhammadiyah 2 Kota Probolinggo mengikuti praktik khutbah Jumat pada Kamis, (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran mendalam yang dirancang untuk menghubungkan pemahaman keagamaan dengan pengalaman nyata melalui proses belajar yang mindful, joyful, dan meaningful.

Foto: Siswa klas IV MIM Muhammadiyah 2 Kota Probolinggo saat praktek sebagai imam sholat berjamaah
Praktik khutbah tidak hanya menjadi ajang untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk melatih keberanian berbicara, kemampuan berkomunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, serta penghayatan terhadap nilai-nilai Islam.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan tata cara dan penyampaian khutbah secara langsung. Mereka belajar mempersiapkan materi, menyampaikan pesan keagamaan dengan bahasa yang baik, mengatur intonasi dan suara, serta membangun kepercayaan diri ketika berbicara di hadapan orang lain.
Belajar dengan Kesadaran: Mindful
Praktik khutbah memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar secara mindful, yaitu hadir dan terlibat penuh dalam proses pembelajaran.
Siswa tidak hanya dituntut menghafalkan materi, tetapi juga memahami pesan yang disampaikan. Mereka belajar memperhatikan cara berdiri, sikap tubuh, suara, intonasi, serta ketepatan dalam menyampaikan pesan.
Proses tersebut melatih siswa untuk lebih sadar bahwa ketika menyampaikan nasihat atau pesan agama, diperlukan kesungguhan, tanggung jawab, dan sikap yang baik.
Belajar dengan Kegembiraan: Joyful
Berbicara di depan orang lain dapat menjadi pengalaman yang menantang bagi siswa sekolah dasar. Karena itu, kegiatan dirancang dalam suasana yang menyenangkan dan memberikan ruang bagi siswa untuk berani mencoba.
Dukungan guru dan teman-teman membuat siswa lebih percaya diri dalam menjalankan praktik. Kesalahan yang muncul selama proses tidak dipandang sebagai kegagalan, tetapi sebagai bagian dari pengalaman belajar dan kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Dengan suasana tersebut, pembelajaran agama diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan.
Belajar yang Bermakna: Meaningful
Praktik khutbah Jumat juga menghadirkan pembelajaran yang meaningful karena siswa memperoleh pengalaman yang dekat dengan kehidupan nyata.
Materi yang sebelumnya dipelajari di kelas kemudian dipraktikkan secara langsung. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa ilmu agama bukan sekadar materi yang harus dipelajari untuk mendapatkan nilai, melainkan pengetahuan yang dapat dipraktikkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter. Melalui pengalaman praktik, siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, komunikatif, santun, dan memiliki keberanian untuk menyampaikan kebaikan.
Dari Pembelajaran Menuju Pengamalan
Praktik khutbah Jumat menjadi salah satu bentuk nyata komitmen MI Muhammadiyah 2 Kota Probolinggo dalam menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan karakter.
Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, siswa tidak berhenti pada tahap mengetahui, tetapi diarahkan untuk memahami, mengalami, merefleksikan, dan mengamalkan apa yang telah dipelajari.
Dari kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai-nilai kebaikan dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.(*)
Penulis: Achmad Mahfud
Pewarta: Joko






Comment