SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Home » Berita » Menembus Batas Layar: Seni Dialog Guru dI Era Digitalisasi dan Coding

Menembus Batas Layar: Seni Dialog Guru dI Era Digitalisasi dan Coding

Foto: Qurrotul Aini , S.Pd
(Guru SDN KEBONSARI KULON 3 Kota Probolinggo)

Oleh: Qurrotul Aini, S.Pd (Guru
SDN Kebonsari Kulon 3 Kota Probolinggo)

Menatap Fenomena.

Probolinggo Kota, Globalnext.id – Perkembangan dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat menuju era digitalisasi. Berbagai istilah seperti coding, algoritma, hingga kecerdasan buatan kini bukan lagi sesuatu yang asing di lingkungan sekolah.

Guru dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memanfaatkan perangkat digital dalam pembelajaran, serta mengenalkan logika pemrograman kepada peserta didik sejak dini.

Kolaborasi Babinsa Tunjung Bersama BPBD Lumajang, Salurkan Air Bersih di Empat Titik Desa Tunjung Kecamatan Gucialit

Namun, di balik segala kemudahan teknologi tersebut, muncul tantangan baru yang tidak bisa diabaikan. Kemudahan akses informasi justru perlahan membuat sebagian siswa kehilangan penghargaan terhadap proses belajar.

Banyak peserta didik lebih memilih hasil instan dibanding memahami tahapan berpikir yang mendalam. Inilah tantangan besar yang harus dihadapi dunia pendidikan modern saat ini.

Paradoks Kemudahan Akses dan Dangkalnya Pemahaman

Di era digital, informasi dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik. Melalui mesin pencari maupun kecerdasan buatan, siswa mampu menemukan berbagai jawaban secara cepat tanpa harus membuka buku atau melakukan pencarian mendalam.

Sayangnya, kondisi ini menimbulkan kecenderungan baru, yaitu merasa telah memahami sesuatu hanya karena berhasil menemukan jawabannya di internet.
Akibatnya, proses berpikir kritis mulai berkurang. Kegiatan membaca sumber secara utuh, menelaah teori, ataupun memahami asal-usul suatu konsep dianggap tidak lagi penting.

Sabet Penghargaan Pemkot Probolinggo pada Harkopnas Ke-79, KPRI Subur Jaya Buktikan Pengelolaan Transparan dan Disiplin

Sebagian siswa mulai berpikir bahwa memahami proses adalah sesuatu yang merepotkan karena teknologi telah menyediakan jawaban secara instan.
Pola pikir seperti ini tentu menjadi perhatian serius.

Jika dibiarkan, siswa hanya akan menjadi pengguna informasi tanpa mampu mengolah, menganalisis, maupun memahami makna sebenarnya dari pengetahuan yang mereka peroleh.

Tantangan Guru dalam Membuat Pembelajaran Menjadi Nyata.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, guru memiliki tantangan besar agar tidak kalah oleh kecanggihan algoritma digital. Mengajarkan coding atau pembelajaran berbasis teknologi tidak cukup hanya mengajarkan cara mengetik perintah atau menyalin baris program. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan dekat dengan kehidupan nyata siswa.

Teknologi sejatinya hanyalah alat bantu. Sementara itu, inti utama pendidikan tetap berada pada hubungan antarmanusia. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting untuk mengembalikan makna belajar sebagai proses memahami, berpikir, dan menemukan.

Gelorakan Semangat Literasi: Gandeng PGRI Bromo Pro Litera Diserbu Pelajar di Stand Festival-EKRAF GOR  A. Yani

Salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki guru adalah kemampuan membangun dialog. Ketika siswa mulai melihat materi hanya sebagai tampilan visual di layar monitor, guru harus hadir melalui komunikasi dua arah yang hidup dan interaktif.
Melalui diskusi, pertanyaan pemantik, serta pertukaran pendapat, siswa diajak untuk berpikir lebih jauh daripada sekadar menerima jawaban instan.

Dalam proses dialog tersebut, ruang kelas berubah menjadi tempat berkembangnya ide dan pemikiran.
Guru dapat mengajak siswa memahami alasan di balik suatu konsep, mempertanyakan proses, serta melatih kemampuan menganalisis. Dari sinilah imajinasi dan daya pikir siswa mulai berkembang melampaui batas layar digital.

Memang, proses ini membutuhkan waktu yang lebih panjang dibanding sekadar mencari jawaban di internet. Namun justru di situlah letak nilai pentingnya. Siswa belajar menikmati proses berpikir, memahami persoalan secara mendalam, dan menemukan jawaban melalui usaha mereka sendiri.

Catatan Akhir.

Digitalisasi dan coding merupakan bagian nyata dari perkembangan pendidikan masa kini yang tidak dapat dihindari. Teknologi memberikan banyak kemudahan dan peluang dalam proses pembelajaran. Namun demikian, secanggih apa pun teknologi berkembang, peran guru tetap tidak akan tergantikan.

Di tengah budaya serba instan yang ditawarkan dunia digital, guru memiliki tugas penting untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran yang sesungguhnya. Guru bukan hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga menanamkan kemampuan berpikir kritis, sikap bijaksana, serta penghargaan terhadap proses belajar.

Melalui dialog yang humanis dan interaktif, pendidikan tidak hanya akan melahirkan generasi yang mahir menggunakan teknologi, tetapi juga generasi yang mampu berpikir matang, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menghadapi masa depan.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jasa Pembuatan Legalitas Badan Usaha & Sertifikasi Profesi

Mobile / Web / Desktop Development & IoT Devices Deployment

Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H 2026

Berita Populer

01

MI Muhammdiyah 1 Kota Probolinggo: Semangat Kebersamaan Warnai Penutupan FORTASI di Yon Zipur 10 Kota Probolinggol

02

FORTASI 2026 Day 2 MI Muhammadiyah Kota Probolinggo: Menumbuhkan Semangat Belajar dan Karakter Islami

03

Diduga Surat Relaas Panggilan dari PA Kota Probolinggo Disabotase, Termohon Klarifikasi Melalui Surat ke Pengadilan Agama

04

FORTASI 2026 MIMsapro Resmi Dibuka: Awali Langkah Peserta Didik Gembira Berkarya.

05

MPLS SDN Jati I Seru: Hadirkan Badut, Jaran Bodag, Lepas Balon dan Burung Merpati

Berita Terbaru






× Advertisement
× Advertisement