Foto: Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menerima rombongan kunjungan studi Pemkab Tulungagung, Jumat (19/6/2026).
Probolinggo, Globalnext.id – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan studi dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk berbagi pengelolaan dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kegiatan berlangsung di Kelompok Tani Sumber Abadi, Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, Jumat (19/6/2026).
Sebagai salah satu sentra tembakau utama Jawa Timur, Probolinggo memiliki luas tanam sekitar 12.000 hektare dengan produksi mencapai 15.000 ton dan produktivitas rata-rata 1,5 ton per hektare, yang tersebar di 14 kecamatan penerima DBHCHT.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas strategi pemanfaatan dana yang difokuskan pada penyediaan sarana produksi, pelatihan petani, penguatan kelompok tani, serta penerapan cara budidaya baik (Good Agricultural Practices), benih unggul, dan pengendalian hama terpadu.

Foto: Kabid Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menerima rombongan kunjungan studi Pemkab Tulungagung di Poktan Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan.
Kepala Diperta Probolinggo Arif Kurniadi menilai kunjungan ini memperkuat sinergi antardaerah. “Kami berbagi pengalaman agar pemanfaatan DBHCHT benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan petani dan daya saing komoditas. Semoga menjadi referensi bagi Tulungagung,” ujarnya.
Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta, Faiq El Himmah, menambahkan keberhasilan ini tak lepas dari peran penyuluh dan kelompok tani. “Penyuluh memastikan bantuan tepat sasaran, sedangkan kelompok tani menjadi pusat pembelajaran agar petani mudah mengakses teknologi dan permodalan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi petani, antara lain perubahan iklim, fluktuasi harga pasar, dan keterbatasan akses modal. (*)
Pewarta: Joko






Comment