SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan
Home » Berita » Menembus Batas Kertas: Optimalisasi Metode Multisensori dan Fonik untuk Meningkatkan Keaksaraan Awal di SDN Kanigaran 3

Menembus Batas Kertas: Optimalisasi Metode Multisensori dan Fonik untuk Meningkatkan Keaksaraan Awal di SDN Kanigaran 3

Foto: Ika Widyanti Pramono, S.Pd. (Guru Kelas 1 SDN Kanigaran 3 Kota Probolinggo).

Oleh: Ika Widyanti Pramono, S.Pd. (Guru Kelas 1 SDN Kanigaran 3 Kota Probolinggo)

Probolinggo Kota, Globalnext.id – Kemampuan membaca dan menulis pada siswa kelas awal sekolah dasar merupakan dasar penting dalam proses pendidikan.

Jika kemampuan keaksaraan awal tidak berkembang dengan baik, siswa dapat mengalami kesulitan memahami pelajaran lain pada jenjang berikutnya.

Karena itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, tidak hanya mengandalkan metode membaca dan menyalin di buku tulis.

Bea Cukai Surabaya dan Polri berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Cair

Di kelas 1 SDN Kanigaran 3, diterapkan pendekatan pembelajaran yang sederhana namun efektif melalui kegiatan menulis di udara (air writing) dan mengeja kata secara berulang bersama teman-teman sekelas.

Kegiatan ini membuat proses belajar menjadi lebih aktif, menyenangkan, sekaligus bermakna bagi siswa.

Di balik praktik tersebut, terdapat dasar teori pendidikan dan psikologi perkembangan yang mendukung keberhasilannya.

Menulis di Udara sebagai Pendekatan Multisensori
Saat siswa diminta membentuk huruf menggunakan gerakan tangan di udara, mereka sebenarnya sedang belajar melalui pendekatan multisensori atau metode VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile).

Dalam kegiatan ini, anak melihat bentuk huruf, mendengar arahan guru, sekaligus menggerakkan tangan dan jari mereka.

Bangun Karakter dan Semangat Nasionalisme, Babinsa Sruni Latih PBB Siswa SDN Sruni 01 Sambut HUT RI ke-81

Pendekatan ini membantu anak lebih mudah mengenali dan mengingat bentuk huruf karena melibatkan banyak indera sekaligus.

Selain itu, gerakan tangan saat menulis di udara membantu membangun muscle memory atau ingatan gerak. Anak menjadi lebih mudah memahami arah dan bentuk huruf sebelum menuliskannya di atas kertas.

Cara ini juga efektif untuk mengurangi kesalahan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, seperti “b” dan “d” atau “p” dan “q”.
Mengeja Bersama untuk Melatih Kesadaran Bunyi
Selain menulis di udara, siswa juga diajak mengeja kata secara bersama-sama, misalnya “B-U-K-U, BUKU” secara berulang. Kegiatan ini bertujuan melatih kesadaran fonemis, yaitu kemampuan mengenali hubungan antara huruf dan bunyinya.

Metode fonik seperti ini membantu anak memahami kata dengan cara yang lebih sederhana. Anak tidak perlu langsung menghafal satu kata secara utuh, melainkan mempelajari bunyi setiap huruf terlebih dahulu. Pengulangan secara terus-menerus membuat anak lebih cepat mengingat dan menyimpan informasi dalam memori jangka panjang.

Belajar bersama juga menciptakan rasa aman bagi siswa. Anak yang belum lancar dapat mengikuti teman-temannya yang sudah mampu mengeja dengan baik.
Hal ini sejalan dengan teori Lev Vygotsky tentang pentingnya interaksi sosial dan dukungan kelompok dalam membantu perkembangan kemampuan anak.

Hadirkan 677 Lowongan Kerja Lewat Job Fair Inklusi, Wali Kota Aminuddin: Kondusivitas Daerah Kunci Kelanjutan Investasi dan Kesejahteraan Warga

Dampak Positif di Dalam Kelas
Penerapan metode multisensori dan fonik di kelas 1 SDN Kanigaran 3 memberikan berbagai perubahan positif dalam proses belajar siswa, di antaranya:
•Pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan karena anak belajar sambil bergerak.
•Kemampuan mengenali huruf meningkat lebih cepat, terutama dalam membedakan huruf yang mirip.
•Kepercayaan diri siswa bertambah karena mereka belajar bersama tanpa takut melakukan kesalahan.
•Suasana kelas menjadi lebih positif dan inklusif, sehingga semua siswa merasa terlibat dalam pembelajaran.

Praktik pembelajaran ini membuktikan bahwa literasi awal dapat diajarkan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

Dengan memadukan aktivitas gerak, suara, dan interaksi sosial, anak tidak hanya lebih cepat memahami huruf dan kata, tetapi juga menikmati proses belajar sejak dini.
Dari gerakan di udara hingga tulisan di atas kertas, dari bunyi huruf hingga makna kata, pembelajaran di SDN Kanigaran 3 menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun masa depan generasi yang gemar belajar dan percaya diri. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jasa Pembuatan Legalitas Badan Usaha & Sertifikasi Profesi

Mobile / Web / Desktop Development & IoT Devices Deployment

Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H 2026

Berita Populer

01

MI Muhammdiyah 1 Kota Probolinggo: Semangat Kebersamaan Warnai Penutupan FORTASI di Yon Zipur 10 Kota Probolinggol

02

FORTASI 2026 Day 2 MI Muhammadiyah Kota Probolinggo: Menumbuhkan Semangat Belajar dan Karakter Islami

03

Diduga Surat Relaas Panggilan dari PA Kota Probolinggo Disabotase, Termohon Klarifikasi Melalui Surat ke Pengadilan Agama

04

FORTASI 2026 MIMsapro Resmi Dibuka: Awali Langkah Peserta Didik Gembira Berkarya.

05

Transformasi Pendidikan Indonesia: Aryo Nugroho Kupas Tuntas Metodologi SPARK Menuju 1 Juta Guru Digital

Berita Terbaru






× Advertisement
× Advertisement