SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan
Home » Berita » Perkuat Bahasa Negara dan Daerah, Pemkot Probolinggo Teken Kesepakatan dengan Badan Bahasa

Perkuat Bahasa Negara dan Daerah, Pemkot Probolinggo Teken Kesepakatan dengan Badan Bahasa

Kota Probolinggo, Globalnext.id – Pemerintah Kota Probolinggo resmi memperkuat komitmen pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra nasional dan daerah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkot Probolinggo dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jumat (11/9/2026) di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, serta dihadiri sejumlah pejabat daerah: Asisten Administrasi Umum Retno Fajar Winarti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Setiorini Sayekti, Kepala BKPSDM Ratri Dian, Kepala Disperpusip Slamet Swantoro, dan pimpinan instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menjelaskan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut untuk memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan pemerintahan, pelayanan publik, maupun satuan pendidikan. Ruang lingkupnya mencakup pembenahan tata naskah kedinasan, penamaan fasilitas umum, hingga rencana pembentukan Kampung Bahasa.

“Langkah ini penting untuk menguatkan kembali fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara utama, di tengah maraknya penggunaan istilah tidak baku atau asing yang kurang tepat, terutama di ruang digital,” ujar Setiorini.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Balai Bahasa Jawa Timur berfoto bersama usai penandatanganan nota kesepakatan pengembangan dan pembinaan bahasa, Jumat (11/9/2026).

Kejari Lumajang Musnahkan Barang Bukti 54 Perkara, 69 Ribu Pil dan 36,52 Gram Sabu

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Puji Retno Hardiningtyas menilai komitmen Pemkot Probolinggo sangat positif. Program yang akan dijalankan meliputi peningkatan kemahiran berbahasa bagi aparatur dan siswa melalui uji kompetensi, penguatan kapasitas guru, serta pelestarian kekayaan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa dan Bahasa Madura khas wilayah Pendalungan.

“Kita juga akan mendukung penyusunan regulasi muatan lokal bahasa daerah, agar keseimbangan terjaga: mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, sekaligus mendorong penguasaan bahasa asing,” tambahnya.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, penguatan bahasa dan literasi adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia. Pengembangan ini juga akan dikaitkan dengan potensi wisata budaya, di mana kekayaan bahasa daerah dijadikan daya tarik sekaligus identitas kota.

“Kita membangun kota yang maju dan digital, namun tetap berakar kuat pada budaya dan bahasa sendiri. Bahasa dan budaya harus menjadi kekuatan utama pembangunan kota,” tegas Aminuddin.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama sebagai landasan teknis pelaksanaan program, sejalan dengan prinsip Trigatra Bangun Bahasa. (*)

Duka Mendalam Mengiringi Wafatnya Ulama Kharismatik Kota Probolinggo KH Abdul Aziz RM

Pewarta: Joko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement