Foto: Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris (dua dari kiri) dalam apel besar HUT IGTKI-PGRI ke-76 di Alun-alun Kraksaan.
Probolinggo , Globalnext.id – Ribuan guru Taman Kanak-kanak (TK) yang berasal dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo memadati kawasan Alun-alun Kraksaan pada Sabtu (23/5/2026). Kehadiran mereka dalam jumlah besar tersebut guna mengikuti Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI).
Kegiatan akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah (PD) IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo ini berlangsung sangat meriah dan penuh semangat kebersamaan. Sejak pagi, para guru TK tampil kompak dan serempak mengikuti rangkaian acara, diawali dengan Senam Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Kemeriahan semakin terasa saat ribuan peserta secara serentak membawakan Tari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di area alun-alun. Penampilan massal ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol nyata semangat para pendidik dalam membentuk karakter anak usia dini melalui pendekatan yang kreatif, aktif, dan menyenangkan.
Mengusung tema “76 Tahun IGTKI-PGRI: Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun”, apel besar ini dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM.
Turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut Ketua PP PAUD Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto beserta sekretariat, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Asim, Ketua PD IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo, Ellyzabeth Evelyn, beserta seluruh jajaran pengurus, pejabat Disdikdaya, serta para Kepala TK se-Kabupaten Probolinggo.

Foto: Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melatih semangat para guru TK di Kabupaten Probolinggo.
Selain apel dan pertunjukan seni, acara juga dimeriahkan dengan pameran hasil karya kreativitas yang dikirimkan oleh guru-guru TK dari berbagai wilayah kecamatan. Beragam inovasi dipamerkan, mulai dari alat peraga edukatif, media pembelajaran kreatif, hingga produk kerajinan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini menjadi bukti nyata kemampuan para pendidik PAUD dalam mendukung proses belajar mengajar anak usia dini.
Dalam momen istimewa ini, PD IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo juga memberikan penghargaan khusus. Penghargaan diserahkan kepada guru TK dengan masa pengabdian terlama, serta kepada guru yang akan segera memasuki masa purna tugas. Apresiasi ini diberikan sebagai wujud penghormatan atas dedikasi dan pengabdian panjang mereka memajukan dunia pendidikan.
Ketua PD IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo, Ellyzabeth Evelyn, menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun ke-76 ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kompetensi seluruh anggota.
“Apel besar ini dimeriahkan dengan senam dan tari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tari ini merupakan karya orisinal dari IGTKI-PGRI Jawa Timur yang kami jadikan media pembelajaran karakter yang menyenangkan bagi anak usia dini,” ujar Ellyzabeth.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan ulang tahun organisasi, tetapi juga sarana efektif untuk memperkuat silaturahmi serta menampilkan bakat dan kemampuan guru di bidang seni, kreativitas, dan inovasi pendidikan.
“Tujuan kami jelas: menyemarakkan hari jadi organisasi, mempererat ikatan persaudaraan antar guru TK se-Probolinggo, sekaligus memamerkan kompetensi kami lewat senam, tari, dan hasil karya nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, mengajak seluruh pendidik PAUD menjadikan momentum ini sebagai penguat semangat untuk terus berinovasi dan mengabdi mencetak generasi masa depan.
“Guru PAUD adalah garda terdepan yang menanamkan kebiasaan baik sejak dini lewat pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan penuh kasih sayang. Peran Bapak dan Ibu sekalian sangatlah strategis dan tidak tergantikan oleh siapa pun,” tegas Hary.
Menurutnya, pembentukan karakter anak yang kuat dapat dimulai dari penerapan tujuh kebiasaan baik secara konsisten, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur tepat waktu.
“Kebiasaan sederhana inilah fondasi utama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat. Jadikan HUT ke-76 ini momen untuk mengisi ulang energi positif dan semangat baru. Jangan pernah lelah untuk berinovasi dalam mengajar,” pesannya.
Lebih jauh, Hary menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Disdikdaya untuk terus mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD. Dukungan tersebut meliputi pelatihan berkelanjutan bagi guru, penyediaan sarana pendidikan yang memadai, serta penguatan kelembagaan sekolah.
“Kami berkomitmen memastikan setiap anak usia dini di Probolinggo mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Mari terus bersinergi mencetak generasi emas Kabupaten Probolinggo yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru TK atas peran strategis mereka.
“Guru PAUD dan TK adalah sosok istimewa karena berada di jenjang pendidikan paling dasar yang menentukan arah perkembangan karakter dan akhlak anak-anak. Semangat, kesabaran, dan ketelatenan panjenengan sekalian adalah kekuatan besar bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” ucap Ning Marisa.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-76 kepada IGTKI-PGRI dan berharap organisasi ini senantiasa menjadi rumah besar bagi seluruh pendidik anak usia dini di Indonesia.
“Perjalanan panjang IGTKI-PGRI hingga usia 76 tahun membuktikan konsistensi organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang penguatan solidaritas dan motivasi agar para guru terus meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan para pendidik dapat semakin memperkuat fondasi pendidikan karakter, menuju terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan. (*)
Pewarta: Joko




Comment