Foto: Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono (tengah) menerima kunjungan silaturahim Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo.
Probolinggo, Globalnext.id – Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo memperkuat kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo guna mempersiapkan pelaksanaan Refleksi Pendidikan bertema “Membangun Budaya Mutu”. Kegiatan tersebut direncanakan digelar pada 17 Juni 2026 mendatang, sebagaimana disepakati dalam pertemuan silaturahim dan koordinasi yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026).
Rombongan Dewan Pendidikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Abdul Aziz Wahab, dan disambut oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, beserta jajaran. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendongkrak kualitas pendidikan di daerah ini.
Abdul Aziz Wahab menegaskan bahwa Dewan Pendidikan hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Melalui fungsi pembinaan, pengawasan, dan pemberian rekomendasi, pihaknya bertekad mendukung perbaikan sistem pendidikan secara berkelanjutan.
“Kami terus berperan aktif mendorong peningkatan tata kelola sekolah dan manajemen pembelajaran agar mutu pendidikan semakin baik. Selain itu, kami juga mengajak setiap satuan pendidikan mengembangkan keunggulan berbasis kearifan lokal, baik dalam seni budaya maupun nilai keagamaan, sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik,” ujar Aziz.
Menurut Aziz, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa berjalan instan, melainkan harus melalui proses evaluasi dan refleksi rutin setiap semester. Hasil dari evaluasi tersebut akan menjadi acuan utama dalam menyusun program kerja dan langkah perbaikan pada periode selanjutnya.

“Sistem perbaikan bertahap ini kami yakini akan membawa pendidikan di Kabupaten Probolinggo ke arah yang lebih berkualitas dan berdaya saing dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan peran aktif Dewan Pendidikan. Ia menilai hasil pemetaan, pengawasan, serta masukan konstruktif yang disampaikan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi penyusunan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.
Hary menegaskan, Refleksi Pendidikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum strategis untuk meninjau capaian, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan peluang perbaikan. Forum ini diharapkan melahirkan gagasan nyata untuk memperkuat tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, dan pengembangan karakter siswa.
“Membangun budaya mutu tidak bisa dilakukan secara sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, Dewan Pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, hingga seluruh elemen masyarakat. Kami berharap melalui Refleksi Pendidikan ini, setiap anak di Kabupaten Probolinggo dapat menikmati layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkas Hary. (*)
Pewarta: Joko




Comment