SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peternakan
Home » Berita » Tren Hewan Kurban Bergeser: Kambing Senduro Lumajang Kini Jadi Primadona Favorit Masyarakat

Tren Hewan Kurban Bergeser: Kambing Senduro Lumajang Kini Jadi Primadona Favorit Masyarakat

Foto: Kambing Senduro asal Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Lumajang, Globalnext.id – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah / tahun 2026 Masehi, nama Kambing Senduro asal Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, semakin bersinar dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu hewan kurban paling dicari, baik di pasar lokal, regional, hingga peminat dari luar daerah.

Perubahan pola pilihan masyarakat ini terlihat jelas di tengah tren kenaikan harga sapi kurban yang terasa cukup signifikan. Banyak masyarakat kini mulai beralih memilih kambing sebagai alternatif yang lebih terjangkau, namun tetap menawarkan kualitas daging yang unggul. Di sinilah Kambing Senduro muncul sebagai pilihan utama, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Lumajang sebagai wilayah penghasil ternak berkualitas.

Kambing khas daerah ini memiliki keunggulan tersendiri yang membuatnya berbeda dari jenis lainnya, yakni memiliki postur tubuh yang proporsional dan gagah, tingkat produktivitas yang baik, serta kualitas daging yang empuk dan lezat. Keunggulan tersebut menjadikan Kambing Senduro memiliki daya saing tinggi dan reputasi yang sudah teruji di kalangan pembeli maupun pedagang.

Farel, salah satu pedagang hewan kurban di kawasan Tanah Abang, mengakui bahwa Kambing Senduro menjadi jenis yang paling banyak dipesan dan dicari pelanggannya setiap menjelang Iduladha.

Diduga Lakukan KDRT terhadap Istri, Warga Nanga Mongko Diamankan Polres Sekadau

“Yang paling banyak dicari dan dipesan orang itu pasti Kambing Senduro. Masyarakat suka karena bentuk tubuhnya bagus, terlihat gagah, dan kualitas dagingnya sudah terjamin baik. Namanya sudah dikenal luas, jadi pembeli pun percaya,” ungkap Farel, Selasa (26/5/2026).

Untuk kisaran harga, Kambing Senduro saat ini dipasarkan mulai dari Rp3 juta hingga Rp10 juta per ekor. Harga tersebut disesuaikan berdasarkan bobot, ukuran fisik, serta kualitas kesehatan ternak. Nilai ini dinilai relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga masih sangat terjangkau dan diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi.

Meningkatnya antusiasme pasar ini membawa dampak positif yang nyata bagi para peternak lokal di Desa Senduro. Muklis, salah satu peternak setempat, menyebutkan bahwa permintaan terhadap ternak peliharaannya terus mengalami lonjakan tajam setiap kali mendekati musim kurban.

Menurut Muklis, jangkauan pasar Kambing Senduro kini tidak lagi terbatas di wilayah Lumajang saja. Pesanan justru banyak datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, sebuah tanda nyata bahwa reputasi kualitas ternak lokal Lumajang semakin meluas dan dipercaya secara nasional.

“Pembelinya tidak hanya dari sini, tapi kirim ke luar daerah juga banyak. Ini bukti kalau kualitas kambing kita sudah diakui banyak orang,” ujar Muklis.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H / 2026 M

Fenomena ini semakin diperkuat oleh kondisi pasar saat ini, di mana harga sapi kurban mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor lebih mahal dibandingkan harga pada tahun sebelumnya. Kenaikan harga ini menjadi salah satu faktor pendorong pergeseran pola belanja masyarakat, di mana kambing menjadi pilihan rasional dan ekonomis tanpa mengurangi nilai ibadah kurban yang dilaksanakan.

Lebih dari sekadar tren musiman, melesatnya popularitas Kambing Senduro menunjukkan adanya penguatan ekosistem ekonomi peternakan rakyat yang berbasis pada kualitas, reputasi, dan kepercayaan pasar yang tinggi.

Melalui momentum Iduladha ini, Kambing Senduro tidak hanya berperan sebagai komoditas ekonomi yang menguntungkan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan potensi daerah. Keberadaannya terbukti mampu mengangkat taraf kesejahteraan peternak setempat, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Lumajang sebagai salah satu sentra peternakan unggulan yang berdaya saing tinggi di Indonesia. (*)

Pewarta: Amir

Benarkah Berkorban Lebih Berat Dari Memaafkan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement