Foto: AWPR saat kegiatan Bhakti Sosial dan Peringatan Kemerdekaan RI ke 81 di Dusun Mranti, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura (23/8/2026)
Probolinggo, Globalnext.id – Sejak awal tahun 2026, organisasi jurnalis Afiliasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) menyadari bahwa tugas wartawan tidak berhenti saat berita selesai diketik dan dipunlikasikan.
Wartawan semestinya hadir lebih dekat, merasakan langsung apa yang dirasakan oleh warga masyarakat di mana pun berada sebagai perwujudan peran sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan.
AWPR memulai langkahnya saat peringatan Hari Pers Nasional pada 8–9 Februari lalu, kemudian dilanjutkan dengan bersilaturahmi dalam agenda tarawih bersama Wali Kota Probolinggo pada 19 Februari. Namun, momen yang paling menyentuh terjadi ketika bulan suci Ramadan tiba.
Pada 3 Maret, anggota AWPR mendatangi Desa Jorongan untuk menyalurkan bantuan sembako kepada seorang warga yang rumahnya hampir ambruk. Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, para jurnalis semakin yakin bahwa aksi nyata di lapangan sangat dibutuhkan.
Aksi kepedulian terus bergulir. Pada 7 Maret, AWPR membagikan takjil dan berbuka puasa bersama warga Desa Mentor di Sumberasih, lalu melanjutkannya dengan penyaluran Al-Qur’an di Wonoasih pada 13 Maret.
Kebahagiaan mendalam kembali dirasakan pada 1 Mei saat mereka membagikan baju baru untuk anak-anak di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Kota Probolinggo, disusul penyaluran daging kurban bagi warga Jrebeng Kidul pada 28 Mei.
Terbaru, dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI pada 23 Agustus, AWPR bergandengan tangan dengan DPD Ahlulbait Kabupaten Probolinggo untuk menyalurkan bantuan sosial di Dusun Mranti, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura. Konsistensi ini membuktikan bahwa jurnalisme empati telah melekat dalam setiap langkah gerakan organisasi tersebut.
Ketua AWPR, Fahrul Mozza, selalu mengingatkan bahwa wartawan bukan sekadar pencari berita, melainkan bagian integral dari masyarakat yang harus ikut berbagi serta merawat semangat gotong royong. Ia menegaskan bahwa AWPR akan terus melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan di setiap kesempatan.
“Wartawan bukan sekadar pencari berita. Wartawan juga harus bisa turun langsung ke masyarakat, melihat kondisi mereka, dan ikut berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Fahrul Mozza, dikantor AWPR (27/8/2026).
Lewat aksi nyata ini, AWPR membuktikan bahwa pena jurnalis tak hanya tajam dalam merangkai kata, tetapi juga hangat dalam merangkul sesama. (*)
Pewarta: Joko






Comment