Foto: Jembatan Kaca Bromo Seruni Point resmi dibuka untuk melengkapi destasi wisata kawasan Gunung Bromo, Sabtu (27/6/2026).
Probolinggo, Globalnext.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyambut dimulainya pre-launching Jembatan Kaca Bromo Seruni Point di kawasan Cemoro Lawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Sabtu (27/6/2026). Kehadiran destinasi wisata baru ini diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata Kabupaten Probolinggo sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga Gunung Bromo.
Jembatan kaca pertama di Indonesia tersebut resmi dibuka untuk masyarakat dengan tarif Rp55 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp110 ribu bagi wisatawan mancanegara. Dari atas jembatan sepanjang 130 meter yang membentang di atas jurang sedalam 83 meter, wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru dalam satu bentang alam yang memukau.
Sebelum dibuka untuk umum, kesiapan operasional Jembatan Kaca Bromo Seruni Point telah ditinjau langsung oleh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo serta Forkopimka Sukapura guna memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung telah memenuhi standar.

Foto: Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi saat berada dalam kegiatan persiapan pembukaan Jembatan Kaca Bromo Seruni Point.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PU Agung Wahyudi menjelaskan jembatan tersebut dirancang dengan umur layanan hingga 50 tahun, lebih panjang dibandingkan jembatan gantung pada umumnya yang rata-rata memiliki umur rencana 20 tahun.
“Lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP) setebal 25,52 milimeter. Material tersebut telah melalui serangkaian pengujian laboratorium, termasuk uji beban statis maupun simulasi operasional, sehingga dinyatakan aman digunakan sesuai standar teknis yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengaku bersyukur karena salah satu atraksi wisata yang telah lama dinantikan masyarakat dan pelaku wisata akhirnya resmi dapat dinikmati oleh wisatawan.
“Alhamdulillah, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Jembatan Kaca akhirnya sudah bisa beroperasi. Kami sangat menaruh harapan besar agar keberadaan Jembatan Kaca ini mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan, khususnya yang masuk melalui pintu gerbang Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut Heri, Jembatan Kaca menjadi atraksi baru yang melengkapi berbagai destinasi wisata di kawasan Bromo. Dengan bertambahnya daya tarik tersebut, wisatawan diharapkan memperoleh pengalaman yang berkesan selama berkunjung ke Kabupaten Probolinggo.
“Kami berkomitmen memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada seluruh wisatawan. Harapan kami, setiap pengunjung yang pulang membawa cerita indah, pengalaman yang menyenangkan serta kenangan baik tentang Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Heri juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif mempromosikan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Probolinggo. Promosi yang dilakukan secara bersama-sama akan semakin memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk terus mempromosikan seluruh potensi wisata yang kita miliki, baik di kawasan Bromo, Bermi maupun Tengger. Tanpa dukungan masyarakat, promosi dan pengenalan objek wisata di daerah kita tentu tidak akan dapat berjalan secara maksimal,” tambahnya.
Sedangkan General Manager The Lawu Group Achmad Ridho menegaskan pihak pengelola berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan keamanan destinasi melalui pemeliharaan secara berkala.
“Kami berkomitmen mengelola Jembatan Kaca Bromo Seruni Point secara profesional dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.
Bersama tenaga ahli, pihaknya akan melaksanakan inspeksi serta pemeliharaan rutin agar seluruh fasilitas tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan. “Kami berharap kehadiran destinasi ini dapat memberikan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bromo,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemkab Probolinggo dan pihak pengelola, Jembatan Kaca Bromo Seruni Point diharapkan menjadi ikon wisata unggulan baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat citra pariwisata Kabupaten Probolinggo serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan. (*)
Pewarta: Joko






Comment