SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi
Home » Berita » Iklim Demokrasi di Probolinggo Tersentak, Wartawan Jadi Korban Dugaan Kekerasan

Iklim Demokrasi di Probolinggo Tersentak, Wartawan Jadi Korban Dugaan Kekerasan

Foto : Pimpinan LSM dan Wartawan Probolinggo Raya Kompak Mengawal Kasus Dugaan Pemukulan Terhadap Jurnalis Media Online Waktu Melakukan Liputan, Rabu (25/2/2026)

Probolinggo , Globalnext.id – Langit demokrasi di Kabupaten Probolinggo mendadak redup. kabar tak sedap yang datang dari halaman gedung DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (25/2/2026).

Seorang wartawan, Fabil Is Maulana, diduga mengalami pemukulan oleh orang tak dikenal usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP). Peristiwa yang terjadi di ruang publik itu kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian dan tengah dalam proses penyelidikan.

Kejadian tersebut sontak memantik reaksi luas. Sehari berikutnya laporan dibuat, suasana di Polres Probolinggo tampak ramai dari biasanya. Sejumlah pimpinan LSM serta organisasi wartawan mendatangi kantor polisi sebagai bentuk solidaritas sekaligus dorongan moral agar penanganan kasus berjalan serius dan transparan.

Bea Cukai Surabaya dan Polri berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Cair

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Ketua LSM AMPP Lutfi Hamid, Ketua Libas 88 Muhyiddin, Ketua LSM Paskal Sulaiman, Ketua F-Wamipro Suhri, serta Ketua AWPR Fahrul. Rekan-rekan media dari Kota dan Kabupaten Probolinggo pun ikut berdiri dalam barisan yang sama. Mereka tak banyak berteriak, tapi sikapnya jelas kasus ini tak boleh menguap begitu saja.

Kuasa hukum korban, Ahmad Mukhoffi, menegaskan bahwa laporan yang diajukan bukan persoalan ringan. Ia menyebut kliennya diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi.

“Kami melaporkan dugaan tindak pidana yang dilakukan secara bersama-sama terhadap Mas Fabil. Identitas pelaku masih kami sebut Mister X,” Ujarnya.

Menurutnya, insiden itu terjadi saat Fabil tengah menjalankan tugas jurnalistik. Fakta tersebut membuat perkara ini tak lagi sekadar soal fisik yang terluka, tetapi menyentuh wilayah yang lebih luas, perlindungan terhadap profesi wartawan dan kebebasan pers.

Nada serupa disampaikan Ahmad Hilmiddin, yang akrab disapa Didin, dari Forum Wartawan Mingguan Probolinggo. Ia menolak anggapan yang menyederhanakan kejadian ini sebagai konflik pribadi.

Bangun Karakter dan Semangat Nasionalisme, Babinsa Sruni Latih PBB Siswa SDN Sruni 01 Sambut HUT RI ke-81

“Ini bukan sekadar persoalan antar individu. Ini pemukulan terhadap profesi. Saat kejadian, Mas Fabil sedang bekerja sebagai wartawan,” Tegasnya.

Didin mendesak aparat bertindak cepat. Baginya, kecepatan dan keterbukaan penanganan perkara akan menjadi tolok ukur komitmen negara dalam menjamin keamanan kerja jurnalis. Ia berharap penyelidikan dilakukan secara profesional hingga pelaku dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Insiden ini pun menempatkan aparat penegak hukum di bawah sorotan publik. Gedung DPRD selama ini dikenal sebagai simbol ruang aspirasi, tempat suara rakyat diperdebatkan secara terbuka. Namun ketika kekerasan justru terjadi di pelatarannya, publik tak bisa menahan tanya ada apa sebenarnya?

Demokrasi memang tak selalu berjalan mulus. Ia sering diuji oleh gesekan, kritik, bahkan perbedaan tajam. Namun ketika kekerasan masuk ke dalam ruang yang semestinya menjunjung dialog, itu menjadi sinyal yang tak bisa diabaikan.

Kasus dugaan pemukulan terhadap wartawan ini menjadi pengingat bahwa kebebasan pers bukan sekadar slogan. Ia hidup dari jaminan keamanan bagi mereka yang bekerja di lapangan, mencatat, merekam, dan menyampaikan fakta kepada masyarakat.

Hadirkan 677 Lowongan Kerja Lewat Job Fair Inklusi, Wali Kota Aminuddin: Kondusivitas Daerah Kunci Kelanjutan Investasi dan Kesejahteraan Warga

Kini, masyarakat menanti langkah konkret dari kepolisian. Apakah hukum akan berdiri tegak tanpa pandang bulu, atau justru terseret arus kepentingan yang tak terlihat.
Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, mata publik sedang terbuka lebar.(*)

Pewarta : Joko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jasa Pembuatan Legalitas Badan Usaha & Sertifikasi Profesi

Mobile / Web / Desktop Development & IoT Devices Deployment

Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H 2026

Berita Populer

01

MI Muhammdiyah 1 Kota Probolinggo: Semangat Kebersamaan Warnai Penutupan FORTASI di Yon Zipur 10 Kota Probolinggol

02

FORTASI 2026 Day 2 MI Muhammadiyah Kota Probolinggo: Menumbuhkan Semangat Belajar dan Karakter Islami

03

Diduga Surat Relaas Panggilan dari PA Kota Probolinggo Disabotase, Termohon Klarifikasi Melalui Surat ke Pengadilan Agama

04

FORTASI 2026 MIMsapro Resmi Dibuka: Awali Langkah Peserta Didik Gembira Berkarya.

05

Transformasi Pendidikan Indonesia: Aryo Nugroho Kupas Tuntas Metodologi SPARK Menuju 1 Juta Guru Digital

Berita Terbaru






× Advertisement
× Advertisement