SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita
Home » Berita » Tekan Angka Stunting, DKP Probolinggo Salurkan Beras Fortifikasi di Kecamatan Besuk

Tekan Angka Stunting, DKP Probolinggo Salurkan Beras Fortifikasi di Kecamatan Besuk

Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, Menyerahkan Bantuan Secara Simbolis,Rabu (13/5/2026).

Probolinggo , Globalnext.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan beras fortifikasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Balai Desa Bago, Kecamatan Besuk, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperbaiki status gizi dan menekan angka stunting di wilayah yang masuk kategori rawan pangan.

Sebanyak 134 warga dari empat desa di Kecamatan Besuk menerima bantuan ini, dengan total keseluruhan mencapai 3.120 kilogram beras. Rincian pembagiannya adalah: 112 balita masing-masing mendapatkan 20 kilogram (total 2.240 kilogram), 16 ibu hamil serta 6 ibu menyusui masing-masing menerima 40 kilogram (berturut-turut berjumlah 640 kilogram dan 240 kilogram). Penerima manfaat berasal dari Desa Bago sebanyak 31 orang, Desa Matekan 28 orang, Desa Jambangan 38 orang, dan Desa Kecik 37 orang.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi. Beliau didampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sri Wahyu Utami, Sekretaris Kecamatan Besuk Sutomo, serta Kepala Desa Bago Nawawi dan perangkat daerah terkait lainnya.

Arif Kurniadi menjelaskan bahwa penyaluran ini didasarkan pada data dari Puskesmas dan hasil pemetaan wilayah rawan pangan, yang menunjukkan bahwa Kecamatan Besuk memerlukan intervensi gizi khusus bagi kelompok yang paling rentan. Beras yang disalurkan bukan beras biasa, melainkan beras fortifikasi yang telah diperkaya dengan berbagai kandungan vitamin dan mineral penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan.

Diduga Lakukan KDRT terhadap Istri, Warga Nanga Mongko Diamankan Polres Sekadau

“Kami memilih beras fortifikasi karena kandungan gizinya lengkap, sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak agar kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi. Tentu saja tujuan utamanya adalah mencegah serta menurunkan angka stunting di wilayah ini,” ujar Arif.

Pihaknya juga berpesan agar bantuan tersebut dikonsumsi langsung oleh penerima sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan. Hal ini penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Program ini tidak berhenti hanya pada tahap penyaluran. Pemerintah Kabupaten Probolinggo merencanakan pemantauan dan evaluasi rutin selama tiga bulan ke depan. Kegiatan ini akan melibatkan tim pendamping desa serta kader kesehatan di masing-masing wilayah, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap perbaikan kesehatan warga.

“Setiap bulan akan ada pengecekan langsung ke lapangan. Ini adalah wujud keseriusan kami dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak di Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan,” tambah Arif.

Melalui upaya ini, pemerintah daerah berharap permasalahan gizi kurang di wilayah rawan dapat segera teratasi, serta tercipta generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H / 2026 M

Pewarta: Joko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement