Probolinggo Kota, Globalnext.id – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (4/5), saat upacara bendera digelar memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), serta Hari Ulang Tahun ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) dan ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Upacara ini diikuti jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta berbagai unsur peserta upacara yang menunjukkan sinergi kuat dalam membangun Kota Probolinggo.
Dalam amanatnya, Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin menekankan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. “Pendidikan bukanlah hak istimewa, melainkan hak setiap anak. Oleh karena itu, setiap ruang belajar harus terbuka, adil, dan inklusif bagi semua,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif sebagaimana tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Tak hanya itu, wali kota juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas atas dedikasi dan keberanian dalam menegakkan Perda dan menjalankan tugas kemanusiaan.
“Terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan, serta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga ketertiban masyarakat,” ajak Dokter Amin kepada seluruh personel.
Menurutnya, peran strategis ketiga institusi tersebut sangat penting dalam mendukung program Probolinggo Kota Bersolek yang bertujuan menciptakan kota yang tertata, indah, aman, dan nyaman.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari terciptanya ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 juga menjadi refleksi penting bagi seluruh aparatur pemerintah. Otonomi daerah harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat, cepat dan berkualitas bagi masyarakat.
Dokter Amin menyoroti tiga fokus utama, yakni digitalisasi pelayanan publik, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau. “Keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh integritas dan kinerja aparatur. Gunakan kewenangan sebagai amanah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.
Menutup sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan, ASN, serta personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas atas kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. “Teruslah menjadi abdi negara yang tangguh dan berintegritas dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima serta keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Upacara pagi itu juga diisi dengan tampilan para pelajar yang membawakan tari modern dan tradisional. Pengibaran bendera, dilanjut pembacaan sejarah Otonomi Daerah, kirab panji hingga penyerahan berbagai penghargaan pemenang lomba, anggota Satlinmas serta PNS yang pension di tahun ini. (*)
Pewarta: Joko




Comment