Foto: Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi
Probolinggo, Globalnext.id – Gelombang penyebaran virus Influenza A termasuk subtipe H3N2 atau yang dikenal sebagai “Super Flu” dan H1N1 kini tengah membayangi sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI dan pemantauan DPRD Jatim, provinsi ini bersama Kalimantan Selatan bahkan tercatat sebagai daerah dengan akumulasi kasus tertinggi secara nasional pada September 2026.
Kendati sejauh ini Kota Probolinggo masih steril dari laporan kasus, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memilih untuk tidak berpangku tangan. Prinsip sedia payung sebelum hujan diterapkan secara nyata.
Alih-alih menunggu virus masuk dan menelan korban, Dinkes P2KB langsung bergerak cepat menggalakkan edukasi pencegahan ke tengah masyarakat.
Warga didorong untuk melek informasi, mulai dari mengenali gejala klinis influenza hingga memahami rantai penularannya agar pertahanan kesehatan di tingkat keluarga tetap terjaga.
Di kutip dari beritajatim.com, Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya preventif menyusul meningkatnya kasus Influenza A di Jawa Timur.
“Yang melatarbelakangi karena di Jatim meningkat. Tapi Kota Probolinggo belum terlaporkan ada Influenza A. Jadi buat preventif saja,” kata Intan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (23/9/2026).
Di titik ini, persoalannya bukan hanya soal ada atau tidaknya kasus di Kota Probolinggo. Mobilitas masyarakat antar daerah membuat kewaspadaan menjadi penting, terlebih ketika kasus di wilayah sekitar mengalami peningkatan.
Dinkes memilih memperkuat langkah yang paling dasar. Masyarakat diingatkan menggunakan masker ketika diperlukan dan rajin mencuci tangan.
Dr. Prapaporn Phimphilai melalui situs resmi MedPark Hospital yakni https://www.medparkhospital.com/ja-JP/disease-and-treatment/influenza-a Memberikkan catatan tentang influenza A.
Menurutnya, Influenza A H1N1 dan H3N2 merupakan penyebab epidemi influenza dan kematian pada masyarakat di berbagai negara setiap tahun. Virus influenza A bersifat lebih mudah menyebabkan penyakit berat, dapat bermutasi dengan cepat, dan dapat menyebabkan infeksi berulang.
Oleh karena itu, dokter merekomendasikan masyarakat umum dan kelompok berisiko tinggi untuk mendapatkan vaksin influenza setiap tahun guna mencegah infeksi dan mengurangi tingkat keparahan penyakit.
Gejala influenza A, durasi penyakit, dan tingkat keparahan gejalanya bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada usia, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan kekebalan tubuh. Gejalanya dapat berkisar dari tanpa gejala hingga ringan hingga berat, yang merupakan keadaan darurat medis, sebagai berikut:
Gejala umum influenza A
Demam tinggi dan menggigil yang muncul tiba-tiba.
Batuk, batuk kering.
Sakit tenggorokan Bersin, hidung tersumbat, hidung berair.
Kelelahan, kelemahan.
Sakit kepala Kehilangan nafsu makan Mual dan muntah
Diare , feses encer.
Nyeri badan, nyeri otot, nyeri sendi.
Gejala parah influenza A
Demam tinggi terus-menerus di atas 38 derajat Celcius selama lebih dari 1 minggu.
Pneumonia , pneumonia berat.
Sesak napas, napas cepat.
Detak jantung cepat, jantung berdebar-debar, Hipotensi, Gagal napas.
Kejang demam/step untuk anak.
Kematian.
Apa yang harus dilakukan Jika terinfeksi Influenza A:
Mengonsumsi obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen, untuk membantu mengurangi demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Jangan mengonsumsi aspirin.
Menghindari kontak dengan orang lain. Hindari pergi ke sekolah, tempat kerja, atau tempat umum untuk membantu mencegah penyebaran virus.
Menggunakan masker pelindung. Orang yang harus melakukan kontak dengan penderita, memiliki daya tahan tubuh rendah, atau termasuk kelompok berisiko tinggi sebaiknya menggunakan masker pelindung ketika berada di tempat umum.
Beristirahat yang cukup. Penderita sebaiknya mendapatkan tidur yang cukup, menjaga tubuh tetap hangat, dan banyak minum air agar tubuh dapat melawan virus dengan optimal.
Rajin mencuci tangan. Penderita harus sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol secara rutin.
Memantau gejala secara terus-menerus. Jika muncul gejala berat, segera mencari pertolongan medis di rumah sakit untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi.
Influenza A: Virus berbahaya, tetapi dapat dicegah dan diobati.
Influenza A H1N1 dan H3N2 merupakan penyebab epidemi influenza dan kematian pada masyarakat di berbagai negara setiap tahun. Virus influenza A bersifat lebih mudah menyebabkan penyakit berat, dapat bermutasi dengan cepat, dan dapat menyebabkan infeksi berulang.
Oleh karena itu, dokter merekomendasikan masyarakat umum dan kelompok berisiko tinggi untuk mendapatkan vaksin influenza setiap tahun guna mencegah infeksi dan mengurangi tingkat keparahan penyakit.
Orang yang mengalami demam tinggi terus-menerus dan tidak membaik setelah mengonsumsi obat penurun demam, kelelahan yang ekstrem, sakit kepala berat, nyeri perut yang parah, sangat gelisah, sering muntah, batuk terus-menerus, atau mengalami kesulitan bernapas yang nyata harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Pemeriksaan influenza A secara menyeluruh dan pemberian obat antivirus dapat dilakukan sesuai penilaian dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi penyebaran virus, menurunkan risiko komplikasi serius, serta memungkinkan dokter memberikan pengobatan dan perawatan yang sesuai secara cepat.(*)
Pewarta: Joko/Poer






Comment