Foto : Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Sambut Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (17/2/2026)
Pasuruan , Globalnext.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Selasa(17/2/2026) sore.
Kali ini, kunjungannya dalam rangka penyerahan bantuan sosial dan tali asih pilar-pilar sosial Provinsi Jawa Timur tahun 2026, khususnya para penerima di Kabupaten Pasuruan.
Pantauan di lokasi, Khofifah hadir dengan didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani. Kedatangannya langsung disambut Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo ; Sekda Yudha Triwidya Sasongko dan pejabat Pemkab Pasuruan lainnya.
Untuk Kabupaten Pasuruan, total alokasi bantuan sosial, BOP/ tali asih pilar sosial dan bantuan lainnya yang diterima mencapai Rp 7.735.250.000.
Dari jumlah tersebut, rinciannya terdiri dari bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) plus untuk 1747 keluarga. Masing-masing menerima 2 juta dengan total anggaran mencapai 3,494 milyar lebih.
Selanjutnya bansos kemiskinan ekstrim untuk 1503 jiwa, masing-masing menerima 1,5 juta, dan total anggaran mencapai 2,254 milyar. Bansos penyandang disabilitas untuk 83 jiwa masing-masing sebesar 3,6 juta. Bansos KIP Putri Jawara 100 jiwa, masing-masing 3 juta. Bansos KIP PPKS Jawara 10 jiwa dengan bantuan masing-masing 3 juta. BOP dan tali asih bagi pilar-pilar sosial (Tagana, TKSK, pendamping disabilitas, SDM PKH Plus) 182 jiwa. Seluruh bantuan di atas berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jatim.
Berikutnya adalah bantuan zakat produktif untuk 30 jiwa, masing-masing menerima 500 ribu dari BUMD Provinsi Jatim. BUMDESA masing-masing 100 juta untuk 3 desa di Kabupaten Pasuruan. Desa BERDAYA untuk 2 desa dengan bantuan masing-masing 100 juta, serta JATIM PUSPA untuk 3 desa dengan bantuan total mencapai 441.350.000.
Dalam sambutannya, Khofifah berharap agar bantuan yang diberikan betul-betul tepat sasaran, tepat manfaat, serta memberikan dampak yang positif bagi penerima manfaat maupun keluarganya.
“Semoga bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya secara bijak dalam rangka pengentasan kemiskinan,meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan dengan didukung oleh Pilar-Pilar Sosial yang ada di Jawa Timur,” harapnya.
Kepada pilar-pilar sosial dan pendamping, Khofifah berharap agar turut berperan aktif dalam mitigasi data. Sehingga proses reaktivasi kepesertaan PBI bisa berjalan dengan baik.
“Saat ini kita dihadapkan berbagai permasalahan, salah satunya adalah penghapusan kepesertaan PBI. Dari data per-Januari 2026 jumlah penghapusan mencapai 1.480.380 orang. Ini bukan jumlah yang sedikit. Maka saya minta untuk terus dampingi dalam mitigasi data, karena itu yang paling penting,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo berharap agar sinkronisasi program antara Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan semakin solid. Sebab ia meyakini dengan efisiensi anggaran dan akurasi data, maka target penghapusan kemiskinan ekstrim di Jatim, khususnya di Kabupaten Pasuruan dapat segera diwujudkan.
“Dukungan ini adalah bukti nyata bahwa Pemprov Jatim hadir di tengah rakyatnya,” singkatnya.
Untuk para pilar sosial, Mas Rusdi-sapaan akrab Bupati Pasuruan ini berterima kasih atas dedikasi tanpa lelah yang telah diberikan dalam membantu masyarakat menerima bantuan sosial dari Pemerintah.
“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pilar sosial yang begitu luar biasa dalam membantu pemerintah mendampingi sampai ikut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya. (*)
Pewarta : Ifa




Comment