SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Religi
Home » Berita » Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 1447 H: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Sesuai Fiqih

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 1447 H: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Sesuai Fiqih

niat mandi wajib sebelum puasa ramadan 1447 h lengkap bacaan arab latin arti dan tata cara sesuai fiqih
Ilustrasi niat mandi wajib sebelum puasa Ramadan 1447 H lengkap dengan bacaan Arab, latin, arti, serta tata cara sesuai fiqih.

Jakarta, Globalnext – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, umat Muslim di Indonesia semakin intens mempersiapkan diri, termasuk memahami bacaan niat mandi wajib sebelum puasa dan tata caranya sesuai tuntunan Islam.

Aktivitas mandi sebelum memasuki Ramadan ini menjadi bahan pencarian karena banyak umat yang ingin menyucikan diri secara lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa sebulan penuh sebagai bentuk persiapan spiritual.

Persiapan mandi ini dikenal pula sebagai bagian dari bersuci sebelum puasa Ramadan, dan dibedakan menjadi mandi sunnah dan mandi wajib. Bagi yang dalam keadaan alami hadas besar, seperti setelah berhubungan intim, mimpi basah, atau selesai masa haid/nifas bagi perempuan, kedudukan mandi wajib menjadi penting agar seseorang berada dalam keadaan suci sebelum ibadah lain seperti sholat dan zikir.

Menurut sejumlah panduan fiqih dan rujukan syariat, niat menjadi bagian utama dalam mandi wajib. Bacaan niat mandi wajib sebelum puasa Ramadan yang umum digunakan dalam tradisi fiqih adalah:

Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala.

Niat Puasa Ramadan 1447 H: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu yang Tepat Menurut Fiqih

Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta’ala.”

Bacaan di atas berlaku bagi siapa saja yang hendak membersihkan diri dari hadas besar sebelum menjalankan puasa, termasuk pada malam sebelum hari pertama Ramadan. Niat ini harus hadir dalam hati sebelum air pertama menyentuh tubuh, sejalan dengan prinsip niat dalam ibadah Islam bahwa maksud untuk menjalankan ibadah harus dimantapkan terlebih dahulu.

Selain bacaan niat khusus mandi wajib, umat Muslim juga mengenal bacaan niat mandi sunnah yang bisa dilakukan oleh siapa saja sebelum puasa sebagai bentuk persiapan spiritual. Salah satu bacaan niat mandi sunnah yang sering dipandu dalam buku-buku panduan fiqih adalah:

Arab:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min Romadhona lillahi ta’ala.

Sambut Ramadhan, Gubernur Khofifah dan Mas Rusdi Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar-Pilar Sosial

Artinya: “Aku berniat mandi sunnah malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Dari segi tata cara, mandi wajib dilakukan dengan langkah syariat seperti mencuci tangan, membersihkan bagian tubuh yang najis, berwudhu, dan membasuh seluruh tubuh mulai dari bagian kepala hingga ujung kaki dengan niat yang benar. Mandi ini berbeda dari mandi sehari-hari karena adanya niat ritual dan tujuan menghilangkan hadas besar.

Namun demikian, sejumlah ulama menyatakan bahwa puasa tetap sah meski seseorang belum sempat mandi wajib sampai waktu imsak tiba, asalkan ia berada dalam keadaan hadats besar pada malam sebelum puasa. Ketentuan ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan bahwa puasa seseorang sah meskipun pada pagi harinya ia masih dalam keadaan junub namun kemudian mandi dan melaksanakan puasa.

Ketentuan tersebut menggarisbawahi bahwa mandi wajib bukanlah syarat mutlak sahnya puasa, tetapi merupakan tata cara yang dianjurkan agar seseorang memasuki ibadah puasa dalam keadaan bersih secara ritual. Mandi sunnah pun dianggap sebagai amalan yang mulia karena menunjukkan penghormatan terhadap bulan suci, meskipun secara hukum bukan suatu kewajiban yang berdampak pada sah atau tidaknya puasa.

Persiapan seperti niat mandi wajib dan tata cara bersuci ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Ramadan 2026, terutama saat umat menunggu hasil Sidang Isbat yang telah menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, sebagai pedoman nasional.

Sidang Isbat 2026: Pemerintah dan Ormas Pantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Catatan Globalnext:
Dalam tradisi Islam, bersuci sebelum ibadah memiliki dimensi fisik dan spiritual. Mandi wajib meskipun tidak menjadi syarat sah puasa, tetap dipandang sebagai bagian dari kesiapan spiritual seorang Muslim menyambut bulan Ramadan. Pengetahuan yang tepat tentang bacaan niat, tata cara, dan perbedaan antara mandi sunnah dan wajib dapat membantu umat melaksanakan ibadah dengan kesadaran ritual yang baik dan terarah.

Ikuti berita nasional dan internasional terbaru hanya di Globalnext.id – Membuka Cakrawala Dunia Tanpa Batas Ruang

Penulis: Teguh K.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement