Foto: Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M.
Lumajang, Globalnext.id – Nama Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M. masuk dalam daftar “Tokoh Berpengaruh Lumajang” yang baru saja dirilis Komunitas Sejarah dan Budaya Juru Lamadjang.
Yang membuatnya berbeda: Arsal adalah satu-satunya nama di era modern yang bukan warga asli Lumajang. Ia lahir di Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Namun jejak pengabdiannya selama 13 bulan menjabat Kapolres Lumajang 2018–2019 disebut warga masih terasa sampai hari ini.
Riset Lintas Zaman Juru Lamadjang
Juru Lamadjang adalah komunitas independen yang berdiri sejak 2023. Nama “Lamadjang” diambil dari sebutan kuno Lumajang dalam prasasti dan naskah klasik. Komunitas ini hadir karena prihatin dengan rendahnya indeks literasi Lumajang versi BPS.
Riset “Tokoh Berpengaruh” ini digarap M. Zainul M, Fahmi K, Agil Z, dan Perdana Anugrah, bekerja sama dengan Untuk Bangsa Foundation. Tim tidak hanya mengandalkan arsip, tapi juga turun langsung ke beberapa wilayah sampel untuk mendengar cerita warga.

Penilaian memakai 5 indikator: rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan mempengaruhi opini publik, dan dampak nyata yang masih dirasakan. Hasilnya dibagi ke dalam 5 era, dari Klasik 1255 M hingga Era Reformasi 1998–sekarang.
“Enak Zamannya Pak Arsal”
Nama Arsal Sahban muncul spontan saat tim mewawancarai warga soal keamanan.
“Kami tidak menargetkan nama beliau. Tapi setiap kali bicara soal rasa aman, warga langsung menyebut Pak Arsal,” kata Perdana Anugrah, peneliti sekaligus admin @jurulamadjang.
Selama memimpin Polres Lumajang dari November 2018 hingga Desember 2019, Arsal membentuk Tim Cobra untuk menumpas begal, curanmor, curanternak, dan tambang pasir ilegal. Operasi cepat Tim Cobra disebut warga berhasil menekan fear of crime atau rasa takut terhadap kejahatan.
Sebelum itu, Lumajang lekat dengan stigma “daerah rawan begal”. Warga kerap takut keluar malam. Pencurian sapi hampir terjadi tiap malam dan jadi momok desa.
Data BPS Menguatkan Ingatan Warga
Ingatan warga ternyata punya data. Berdasarkan BPS Kabupaten Lumajang, jumlah tindak pidana pada 2019 tercatat 312 kasus. Ini titik terendah dalam 9 tahun terakhir.
Perbandingan angka kriminalitas Lumajang versi BPS:
- 2016: 501 kasus
- 2017: 549 kasus
- 2018: 676 kasus
- 2019: 312 kasus – masa Arsal Sahban
- 2020: 356 kasus, naik 14,1%
- 2021: 589 kasus, naik 88,8%
- 2022: 1.378 kasus, naik 341,6%
- 2023: 1.402 kasus, naik 4,5 kali lipat
- 2024: 1.194 kasus, naik 3,8 kali lipat
Artinya, angka kejahatan 2019 turun hampir 54% dari 2018. Setelah Arsal pindah tugas, angka itu meroket lagi hingga 4 kali lipat pada 2022–2023.
Dikenang di Media Sosial, Dipromosikan ke Bareskrim
Rilis daftar tokoh di Instagram @jurulamadjang langsung ramai komentar. Akun @rozyeee_ menulis “@arsalsahban panutan”. @denny_andirunisa menulis “Pak Arshal kangenn”. Arsal sendiri membalas dengan rendah hati: “Trimakasih ya. Kami masih diingat oleh warga Lumajang.”
Menanggapi hal ini, Arsal mengatakan: “Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini pengingat bahwa kerja sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, bisa meninggalkan kesan melampaui waktu. Lumajang akan selalu punya tempat di hati saya.”
Saat ini Arsal menjabat Kasubdit II/Perbankan Dit Tipidksus Bareskrim Polri dan masuk 3 besar kandidat Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026.
Daftar Tokoh Era Reformasi–Sekarang Versi Juru Lamadjang
- A. Fauzi – Bupati 1998–2008
- Sjahrazad Masdar – Bupati 2008–2015
- Thoriqul Haq – Bupati 2018–2023
- Indah Amperawati – Bupati 2025–sekarang
- Agus Yudha Wicaksono – Politisi
- Umar Bashor – Politisi
- H. Rofik – Politisi
- Anang Ahmad – Politisi
- Arsal Sahban – Kapolres 2018–2019
- Kaji Sing – Pengusaha Kayu
- Setiadi L. Halim – Pengusaha Pasir
- Dandhy D. Laksono – Jurnalis & Aktivis
- Habib Alwi Almuhdor – Ulama
- Wira Dharma – Tokoh Hindu
Masuknya Arsal membuktikan satu hal: pengaruh tokoh tidak selalu diukur dari KTP atau lamanya jabatan. Di Lumajang, rasa aman yang dirasakan warga ternyata lebih kuat dari angka dan waktu.
Informasi lengkap riset dan kegiatan Juru Lamadjang dapat dilihat di Instagram @jurulamadjang. (*)
Pewarta: Joe






Comment