Oleh: Rudy Hartono (AWPR)
Probolinggo, Globalnext.id – Angin Gending merupakan salah satu fenomena alam yang paling dikenal masyarakat Probolinggo. Setiap musim kemarau, terutama pada Juli hingga September, angin ini bertiup kencang dengan karakter panas dan kering. Di balik namanya yang melegenda, Angin Gending memiliki keterkaitan erat dengan kondisi geografis sekaligus sejarah wilayah Probolinggo.
Nama “Angin Gending” diyakini berasal dari Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Secara geografis, kawasan ini berada di jalur peralihan antara dataran tinggi di bagian selatan dan dataran rendah pesisir utara.
Ketika udara dari kawasan pegunungan bergerak menuju pantai, udara tersebut menjadi lebih panas dan kering sehingga memunculkan fenomena yang dalam ilmu klimatologi dikenal sebagai angin foehn.
Masyarakat kemudian menamai fenomena tersebut sebagai Angin Gending karena hembusan angin ini identik berasal dari arah wilayah Gending. Seiring waktu, nama tersebut melekat sebagai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam kehidupan masyarakat, Angin Gending memiliki dua sisi. Di satu sisi, angin ini membantu proses pengeringan hasil pertanian dan meningkatkan produksi garam.
Namun di sisi lain, embusannya yang kuat dapat menyebabkan tanaman mengering, meningkatkan risiko kebakaran lahan, menimbulkan debu, hingga mengganggu aktivitas nelayan dan masyarakat.
Fenomena Angin Gending tidak hanya menjadi ciri khas iklim Probolinggo, tetapi juga menjadi bagian dari identitas daerah. Keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat memberi nama terhadap fenomena alam berdasarkan wilayah asalnya, sekaligus menjadi bukti bahwa pengetahuan lokal telah berkembang jauh sebelum ilmu meteorologi modern menjelaskan proses terjadinya angin tersebut.
Dengan memahami asal usul Angin Gending, masyarakat diharapkan semakin menghargai warisan pengetahuan lokal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau.(*)
Sumber: Wulandari, Faizzatin Yusraning. Potensi dan Sejarah Kabupaten Probolinggo.






Comment