Foto: Tumpukan sampah rumah tangga liar yang berserakan di tepi jalan hingga masuk ke area pekarangan warga, tepatnya di sisi timur Jalan Mastrip arah Wonoasih, sebelah utara jembatan (1/8/2026).
Probolinggo, Globalnext.id — Kegiatan kerja bakti yang digelar warga RT 06 RW 01 Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, pada Sabtu (1/8/2026) terganggu oleh aroma bau busuk yang menyengat.
Bau tak sedap tersebut bersumber dari tumpukan sampah rumah tangga liar yang berserakan di tepi jalan hingga masuk ke area pekarangan warga, tepatnya di sisi timur Jalan Mastrip arah Wonoasih, sebelah utara jembatan.

Foto: Ketua RT 6 RW 1 Kel Kedopok sedang membersamai warga, kerja bakti lingkungan sepanjang Jl. Mastrip wilayah setempat (1/8/2026)
Aksi gotong royong yang turut didampingi oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kedopok tersebut semula ditujukan untuk membersihkan ingkungan khususnya di kanan kiri sepanjang Jl. Mastrip wilayah RT 6 RW 1 Kel. Kedopok.
Namun, keberadaan sampah yang membusuk di lokasi tersebut diakui sangat mengganggu kenyamanan dan kelancaran kegiatan warga.
Berdasarkan keterangan warga setempat, tumpukan sampah tersebut diduga kuat bukan berasal dari penduduk sekitar, melainkan hasil pembuangan sampah secara ilegal oleh oknum pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Sebagai langkah antisipasi mandiri, warga sebenarnya telah berupaya menyindir para pembuang sampah liar dengan memasang papan imbauan sederhana.
“Upaya pencegahan sebenarnya sudah kami lakukan dengan memasang papan bertuliskan ‘Yang buang sampah di sini orang gila’. Tapi imbauan itu tidak mempan, bahkan papan tulisan tersebut sekarang hilang entah ke mana,” ujar salah seorang warga setempat di lokasi.
Ketua RT 6, RW 1, Kelurahan Kedopok, Yudi Hermanto, membenarkan kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan akibat tindakan tidak bertanggung jawab oknum pembuang sampah tersebut.
Ia menyampaikan desakan warga agar Pemerintah Kota Probolinggo, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera mengambil langkah konkret untuk membersihkan dan mengangkut tumpukan sampah tersebut.
“Warga berharap DLH Kota Probolinggo dapat segera memberikan solusi agar area ini bersih kembali. Kami mengusulkan agar lokasi pembuangan sampah liar pada bagian tepi jalan ditanami tanaman hias yang ramping sepanjang kurang lebih 50 meter, agar kelihatan asri dan bersih sehingga orang akan sungkan untuk buang sampah,” tegas Yudi.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Probolinggo dari partai PKS Dasno yang sedang berada di luar Kota, setelah mendapatkan video tumpukan sampah liar yang berserakan di tepi jalan, Ia segera memberikan perhatiannya.
lewat telepon selulernya, ia mengatakan akan segera menghubungi dinas terkait.
“Ya Pak, saya lagi di Surabaya, saya komunikasikan dengan dinas,” ujarnya singkat.
Usulan warga itu masuk akal, mengingat sudah ada contoh yakni tempat pembuangan sampah yang berlokasi di utara Ruang Terbuka Hijau (RTH), tepatnya di jl. Mahakam Kedopok, setelah di sulap menjadi taman yang rapi, tidak ada lagi orang yang membuang sampah di lokasi itu.
Selain menyegarkan pemandangan, taman dinilai sebagai solusi jangka panjang yang efektif untuk mencegah oknum kembali membuang sampah sembarangan dijalur tersebut. (*)
Pewarta: Joko






Comment