Lumajang, Globalnext.id – Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Wawan, memberikan klarifikasi resmi sekaligus melakukan silaturahmi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pihak keluarga pasien yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Klarifikasi disampaikan Jumat, 7 Agustus 2026, Pertemuan dengan keluarga dilakukan di RSUD dr. Haryoto dengan suasana terbuka dan penuh empati.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum/almarhumah. Atas nama manajemen dan seluruh tenaga kesehatan, kami memohon maaf. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ujar dr. Wawan.
Kronologi Lengkap Penanganan
Berdasarkan rekam medis dan hasil penelusuran internal, berikut kronologi yang disampaikan RSUD:
Pukul 00.32 WIB – Pasien tiba di IGD dengan keluhan pusing berdenyut sejak sehari sebelumnya, mual, muntah, lemas, dan nafsu makan turun. Dokter jaga IGD langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan. Dari anamnesis awal tidak ditemukan riwayat batuk darah.
Pukul 03.00 WIB – Setelah kondisi stabil, pasien dipindahkan ke Ruang Melati untuk perawatan lanjutan.
Permintaan Terapi Asap
Saat di ruang perawatan, keluarga meminta terapi asap. Perawat melakukan pengkajian. Hasilnya saturasi oksigen 99% atau masih normal. Setelah dicek, tidak ada instruksi dokter jaga untuk pemberian nebulizer.
“Terapi nebulizer hanya diberikan berdasarkan indikasi klinis dan keputusan dokter. Tanpa indikasi yang tepat justru bisa berisiko bagi pasien,” jelas Wawan.
Pukul 05.00 WIB – Keluarga melaporkan pasien batuk darah. Setelah diperiksa, petugas menemukan pasien muntah darah segar. Tim segera melakukan pertolongan dan memasang monitor ECG. Namun kondisi pasien menurun cepat dan mengalami henti jantung.
Pukul 05.30 WIB – Tim medis melakukan RJP sesuai prosedur, termasuk pijat jantung 2 siklus. Namun pasien dinyatakan meninggal dunia.
Evaluasi dan Komitmen Perbaikan
Dari hasil evaluasi internal, RSUD Haryoto menyatakan seluruh petugas telah bekerja sesuai kompetensi, kewenangan, dan SOP. Setiap keputusan terapi didasarkan pada hasil pemeriksaan klinis dan instruksi dokter penanggung jawab.
“Kami memahami keresahan keluarga. Silaturahmi ini kami lakukan agar ada komunikasi yang baik. Ke depan kami akan terus berbenah, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan mutu pelayanan,” tegas Wawan.
Pihak keluarga menyambut baik itikad baik rumah sakit untuk berdialog dan terbuka terhadap evaluasi. (*)
Pewarta: Joe






Comment