Foto: Suasana hangat dan penuh keakraban saat para alumni SDK 82 dan SMPK 85 Lumajang berkumpul bersama dalam acara Temu Kangen penuh kenangan di Resto Gajah Mada, Kamis (6/8/2026).
Lumajang, Globalnext.id – Suasana haru, bahagia, dan hangat menyelimuti Resto Gajah Mada saat puluhan lulusan Sekolah Dasar Kristen (SDK) Angkatan 1982 dan Sekolah Menengah Pertama Kristen (SMPK) Angkatan 1985 Lumajang berkumpul kembali dalam acara Temu Kangen, Kamis malam (6/8/2026). Sebanyak 60 alumni hadir, bersatu di bawah tema “Mengenang Masa-Masa Sekolah”, merajut kembali ikatan persaudaraan yang terputus selama 41 tahun lamanya.
Acara ini bermula dari keinginan tulus Roy Yosep Indarno yang berinisiatif mempertemukan kembali teman-teman seperjuangan yang sudah lama berpisah. Ketua Panitia Pelaksana, Susi, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas antusiasme dan kehadiran rekan-rekan alumni dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah teman-teman bisa berkumpul malam ini. Inisiatif ini datang dari Mas Roy yang rindu bertemu konco-konco sekolah setelah 41 tahun berpisah. Semoga pertemuan ini bukan hanya menghidupkan kenangan, tapi juga membuka wawasan, mempererat silaturahmi, bahkan membuka peluang kerja sama,” ujar Susi menyampaikan sambutannya.

Suasana semakin hidup sejak awal acara. Panggung diisi alunan lagu kenangan—mulai dari pop, lagu Jawa, musik barat hingga dangdut—yang dibawakan oleh para alumni sendiri. Sebagian peserta bahkan tampil istimewa dengan mengenakan kembali seragam sekolah lengkap, membangkitkan kembali memori masa-masa duduk di bangku sekolah.
Beragam kegiatan seru menghiasi malam penuh keakraban ini. Di antaranya pemilihan peserta berpakaian paling unik, yang dimenangkan Mas Wiwid yang tampil lengkap dengan seragam merah putih SD beserta topi dan dasi. Sesi tebak lagu yang dipandu pembawa acara Mbak Meme asal Sukodono Lumajang, membuat seluruh peserta bernyanyi dan bergoyang bersama dalam kegembiraan.
Momen berbagi cerita pengalaman masa sekolah menjadi bagian yang paling menyentuh hati. Gunawan mengenang masa lucu saat ia membuat mainan kapal-kapalan hingga ditegur guru saat pelajaran agama. Sementara Roy Yosep Indarno, penggagas acara, membagikan cerita unik yang memancing tawa sekaligus tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.
Di penghujung malam, suasana semakin meriah dengan irama musik dari pemain musik handal Lukito asal Probolinggo yang mengubah ruang pertemuan menjadi satu ruang kebersamaan yang hangat. Malam temu kangen ditutup dengan alunan lagu Kemesraan, menjadi penutup indah yang menyiratkan bahwa ikatan persaudaraan angkatan ini tak pernah pudar meski dipisah waktu dan jarak.
Selain bernostalgia, pertemuan ini juga menjadi sarana memperluas relasi. Banyak alumni yang berharap silaturahmi ini tidak berhenti di sini, melainkan bisa tumbuh menjadi kerja sama positif di berbagai bidang kehidupan. Sebuah bukti nyata bahwa kenangan indah masa sekolah adalah jembatan yang abadi untuk menjaga persaudaraan seumur hidup. (*)
Pewarta: PA






Comment