Oleh: Rudy Hartono (Komen Bromo Pro Litera)
Probolinggo Kota, Globalnext.id – Nama Sumberwetan merupakan salah satu nama wilayah yang sarat dengan makna geografis dan sejarah lokal. Dalam bahasa Jawa, kata “sumber” berarti mata air atau sumber air, sedangkan “wetan” berarti timur. Dengan demikian, Sumberwetan dapat dimaknai sebagai “mata air yang berada di sebelah timur” atau “wilayah timur yang memiliki sumber air.”
Penamaan tersebut diyakini berkaitan dengan kondisi wilayah pada masa lalu yang memiliki sumber-sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengairi lahan pertanian. Keberadaan sumber air menjadi faktor penting dalam pembentukan permukiman sehingga nama tersebut terus digunakan hingga sekarang sebagai identitas wilayah.
Secara administratif, Sumberwetan saat ini merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Kelurahan ini resmi terbentuk melalui perubahan status desa menjadi kelurahan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 17 Tahun 2001. Sebelumnya, wilayah ini merupakan desa yang berada di Kecamatan Kademangan sebelum kemudian masuk ke Kecamatan Kedopok.
Selain dikenal sebagai kawasan permukiman dan pertanian, Sumberwetan juga masih mempertahankan sejumlah tradisi masyarakat, salah satunya tradisi Totta’an, yaitu ungkapan rasa syukur para petani menjelang panen padi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal Probolinggo.
Hingga kini, nama Sumberwetan tetap menjadi simbol hubungan erat antara masyarakat dengan alam, khususnya keberadaan sumber air yang dahulu menjadi penopang kehidupan dan perkembangan wilayah.
Nama tersebut bukan sekadar penanda lokasi, tetapi juga mencerminkan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi(*)
Editor: Poerwandi.
Sumber: Dok. Kel. Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.






Comment