Foto: Daftar Pemenang Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Lumajang Yang Diadakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Lumajang, Globalnext.id – Pemkab Lumajang melalui dinas kearsipan dan perpustakaan mengadakan lomba perpustakaan tingkat kabupaten.
Setidaknya ada 52 peserta perpustakaan yang ada di kabupaten Lumajang ikut ambil bagian meramaikan agenda ini.
Setelah dilakukan penilaian dengan ketat oleh tim juri.
Akhirnya diumumkan nama nama pemenang.
Juara 1 perpustakaan Lentera desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
Juara 2 perpustakaan Sinar Ilmu desa /Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.
Juara 3 perpustakaan
Kasih Ibu desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang
Harapan 1 perpustakaan Kirana desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang
Harapan 2 Perpustakaan Harapan Bangsa desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
Harapan 3 Perpustakaan Kasih Bunda desa Selokbesuki , kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang .
Penyerahan hadiah diberikan bulan September bertepatan
Resepsi HUT RI Ke- 81
Perpustakaan Lentera desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang sabet juara 1 dalam lomba perpustakaan tingkat kabupaten Lumajang yang digelar dinas kearsipan dan perpustakaan.
Mengusung konsep Membaca Sambil Berwisata perpusdes Lentera mempunyai nilai lebih kriteria penilaian panitia.
Lokasi yang dekat dengan wisata segitiga emas yakni wisata alam Ranubedali membuat pengunjung bedah untuk berlama lama menikmati indahnya pemandangan alami sambil membaca.
Adapun fasilitas yang dimiliki Perpusdes Lentera yakni pelayanan ramah pembaca, penyediaan literasi, pelayanan sirkulasi, pelayanan baca ditempat dan sarana Wifi gratis.
Adapun kelengkapan yang harus dipenuhi pemenang dalam lomba perpustakaan, harus mampu
penyediaan administrasi dokumen lengkap, membangun komitmen bersama antara pemdes, PKK desa, pengelola perpustakaan dan masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan pemberdayaan .
Terpenting mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat inklusi sosial sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca tetapi juga menjadi tempat belajar, berkarya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Pewarta: PA






Comment