SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Opini
Home » Berita » Kasih Sayang dan Kesabaran, Kunci Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus

Kasih Sayang dan Kesabaran, Kunci Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus

Foto: kepala TK PGRI Jati Kota Probolinggo Umi Widiati saat kegiatan HUT PGRI di Kota Probolinggo.

Oleh : Umi Widiati (Ka. TK PGRI Jati Kota Probolinggo/Pengurus Komen Bromo Pro Litera)

Probolinggo Kota, Globalnext.id – Pendidikan inklusif menjadi salah satu wujud nyata upaya mewujudkan keadilan bagi seluruh anak. Di Kota Probolinggo, hampir semua sekolah telah membuka layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar mereka memperoleh hak yang sama dalam belajar, tumbuh, dan berkembang sebagaimana anak-anak lainnya.

Sebagai seorang guru taman kanak-kanak, kehadiran peserta didik berkebutuhan khusus memberikan pengalaman berharga tentang pentingnya kesabaran, kasih sayang, dan pemahaman.

Anak-anak tersebut berhak hidup berdampingan dengan lingkungan sekitarnya, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kabiro Memorandum Lumajang Ucapkan Selamat kepada Ketua DPC PKB Terpilih

Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam memberikan akses pendidikan bagi seluruh anak patut diapresiasi. Melalui pendidikan yang ramah dan inklusif, setiap anak diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri serta menemukan bakat dan minat yang mungkin selama ini belum terlihat. Tidak sedikit anak berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan luar biasa apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

Masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus tidak mampu belajar sebagaimana anak pada umumnya. Bahkan, sebagian orang memandang rendah kemampuan mereka. Pandangan tersebut sesungguhnya kurang tepat.

Anak berkebutuhan khusus bukan tidak mampu belajar, melainkan membutuhkan pendekatan, metode, dan pendampingan yang berbeda sesuai dengan karakteristik masing-masing.
Peran guru menjadi sangat penting dalam proses tersebut.

Melalui pendekatan yang penuh empati dan perhatian, kemampuan serta potensi anak dapat dikenali dan dikembangkan secara optimal. Setiap anak memiliki keunikan yang perlu dihargai, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Dalam proses pembelajaran, anak berkebutuhan khusus sering menghadapi berbagai hambatan. Namun, hambatan tersebut bukan berarti mereka tidak cerdas. Sebaliknya, mereka memerlukan perhatian dan strategi pembelajaran yang lebih spesifik.

Bupati Lumajang Tekankan Keteladanan Aparatur dalam Penggunaan Fasilitas Negara

Salah satu hambatan yang sering ditemui adalah hambatan motorik. Anak mengalami kesulitan saat memegang pensil untuk menulis, menebalkan huruf, atau meniru bentuk tulisan. Kesulitan juga dapat terlihat saat memegang krayon untuk mewarnai gambar maupun menggunakan gunting karena belum mampu mengoordinasikan gerakan jari dengan baik.

Selain itu, terdapat hambatan sosial yang membuat anak lebih mudah merasa minder, takut melakukan kesalahan, atau sulit mengendalikan emosi saat bermain bersama teman-temannya. Akibatnya, mereka cenderung memilih bermain sendiri dibandingkan bergabung dalam kelompok.

Hambatan komunikasi juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian anak mengalami kesulitan mengungkapkan keinginan, perasaan, maupun kondisi yang dirasakan. Ketika merasa sakit atau tidak nyaman, mereka sering kali hanya dapat mengekspresikannya melalui tangisan karena keterbatasan dalam berbahasa.

Di sisi lain, hambatan kognitif dapat memengaruhi kemampuan anak dalam memahami, mengolah, dan mengingat informasi yang diterima dari orang lain. Kondisi ini membutuhkan proses pembelajaran yang lebih bertahap, berulang, dan disesuaikan dengan kemampuan anak.

Menghadapi berbagai hambatan tersebut, dukungan dari semua pihak menjadi faktor yang sangat penting. Orang tua, guru, teman sebaya, dan lingkungan sekitar perlu bersama-sama menciptakan suasana yang positif bagi perkembangan anak berkebutuhan khusus.

Bupati Rusdi Luncurkan Soft Opening Command Center Terintegrasi Kabupaten Pasuruan

Mereka membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, terutama dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan penerimaan.

Ketika anak berkebutuhan khusus mendapatkan dukungan, perhatian, serta kesempatan yang sama untuk berkembang, mereka akan lebih percaya diri dalam bersosialisasi dan mampu menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki.

Oleh karena itu, sudah selayaknya masyarakat memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk tumbuh, belajar, dan berkarya sebagai bagian yang setara dalam kehidupan bersama.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement