SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Probolinggo, Jawa Timur
Home » Berita » Lewat Podcast Radio Bromo FM, Diperta Kabupaten Probolinggo Dorong Usaha Madu Lumbang Penuhi Standar NKV

Lewat Podcast Radio Bromo FM, Diperta Kabupaten Probolinggo Dorong Usaha Madu Lumbang Penuhi Standar NKV

Foto : Dua narasumber Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto serta pelaku usaha pengolahan Madu Lumbang Suhartono.

Probolinggo , Globalnext.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) terus mendorong pelaku usaha pengolahan madu agar memenuhi standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai jaminan mutu dan keamanan produk pangan asal hewan. Upaya tersebut disosialisasikan melalui podcast edukatif yang disiarkan di LPPL Radio Bromo FM, Rabu (14/1/2026).

Podcast yang berlangsung di Studio Radio Bromo FM, kawasan Gedung Islamic Center Kraksaan ini dipandu oleh penyiar Sasha dan menghadirkan dua narasumber Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto serta pelaku usaha pengolahan Madu Lumbang Suhartono.

Dalam paparannya, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan pemenuhan standar NKV merupakan langkah penting agar produk madu yang beredar di masyarakat aman, higienis dan memiliki daya saing di pasaran.

Niat Puasa Ramadan 1447 H: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu yang Tepat Menurut Fiqih

“Pemenuhan NKV diawali dengan pengajuan surat permohonan dari pelaku usaha kepada dinas terkait. Selanjutnya kami lakukan pendampingan dan pemeriksaan langsung di lokasi usaha,” katanya.

Menurut Niko, setelah pemeriksaan awal, Diperta akan membentuk tim audit yang mendampingi pelaku usaha hingga seluruh tahapan terpenuhi dan proses penandatanganan NKV dapat dilakukan. “Kami mendampingi dari awal sampai tuntas. Tidak hanya mengawasi, tapi juga membantu agar pelaku usaha benar-benar siap,” imbuhnya.

Niko menyebutkan, terdapat sejumlah aspek utama yang menjadi penilaian dalam standar NKV. Di antaranya kelayakan sarana dan prasarana, pengaturan alur masuk dan keluar produksi, kebersihan lingkungan, pencegahan masuknya hewan pengganggu seperti lalat serta kesiapan sumber daya manusia dalam proses pengolahan madu.

Selain itu, Diperta juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan hewan lebah dan lalu lintasnya. Faktor alam dan musim turut memengaruhi produktivitas madu. “Di Indonesia ada musim-musim tertentu. Saat musim hujan, tantangan produksi madu lebih besar. Karena itu, manajemen usaha dan kesehatan hewan lebah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Dalam podcast tersebut disampaikan Madu Lumbang menjadi salah satu usaha pengolahan madu di Kabupaten Probolinggo yang telah memenuhi standar NKV. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pelaku usaha madu lainnya.

Sambut Ramadhan, Gubernur Khofifah dan Mas Rusdi Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar-Pilar Sosial

Sementara Suhartono menceritakan perjalanan merintis usaha Madu Lumbang sejak tahun 2010–2011. Usaha tersebut sempat mengalami pasang surut sebelum kembali aktif pada September 2025.

“Keyakinan saya, madu adalah produk bernilai tinggi dan tidak memiliki masa kadaluwarsa. Itu yang membuat saya kembali bersemangat untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional,” ungkapnya.

Ia menilai, pemenuhan legalitas usaha, termasuk NKV, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen. “Dengan legalitas yang jelas, produk madu lebih mudah diterima pasar dan memiliki nilai tambah,” lanjutnya.

Suhartono berharap, keberhasilan Madu Lumbang dapat memotivasi pelaku usaha madu lainnya di Kabupaten Probolinggo agar tidak ragu mengurus legalitas usaha. “Jangan takut atau malu. Di Diperta tidak dipungut biaya dan semuanya terbuka membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha madu,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, Pemkab Probolinggo optimistis usaha pengolahan madu lokal dapat naik kelas, berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.(*)

Sidang Isbat 2026: Pemerintah dan Ormas Pantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Pewarta : Joko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement