Foto: Wali Kota dr. Aminuddin beserta jajarannya saat sholat jenazah Almarhum KH. Abdul Aziz RM (22/9/2026)
Probolinggo Kota, Globalnext.id – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Probolinggo. KH Abdul Aziz Rahmatullah, atau yang lebih dikenal dengan sapaan KH Abdul Aziz RM, seorang ulama kharismatik sekaligus tokoh agama yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan keislaman, telah berpulang ke Rahmatullah.
KH Abdul Aziz RM meninggal dunia pada Senin (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB di kediamannya di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, dalam usia 57 tahun.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam, khususnya bagi keluarga, santri, alumni, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprahnya. Sosok yang dikenal sebagai hafidz Al-Qur’an tersebut juga merupakan penerus pengasuh Pondok Pesantren As-Sanusiyah.
Semasa hidupnya, KH Abdul Aziz RM dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ilmu agama, dakwah, serta pembinaan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kiprahnya dalam bidang tilawah dan qira’at membuatnya dipercaya menjadi salah satu dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional.
Di Kota Probolinggo sendiri, almarhum memiliki sejumlah peran penting dalam kehidupan keagamaan. Ia dipercaya memimpin Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah sekaligus menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Kabar kepergian tersebut terasa begitu mengejutkan bagi keluarga. Sang istri, Nyai Khoirotul Uztadziyah, bersama keempat anaknya mengungkapkan bahwa aktivitas almarhum selama sepekan terakhir tergolong sangat padat.
Selain menjalankan tugas sebagai dewan hakim MTQ tingkat nasional, almarhum juga masih menghadiri berbagai kegiatan keagamaan dan melakukan roadshow khotmil Qur’an di sejumlah tempat.
Padatnya aktivitas tersebut membuat kondisi tubuhnya mengalami kelelahan. Bahkan, keluarga sempat memanggil tukang pijat untuk membantu memulihkan kondisi fisiknya.
Setelah beristirahat, almarhum kemudian berpamitan untuk menuju kamar mandi dan bersiap menjalankan salat Isya. Namun, tidak lama kemudian ia ditemukan sedang beristirahat di kamar.
Keluarga sempat membawa KH Abdul Aziz RM ke RSUD Ar-Rozy untuk mendapatkan pertolongan. Namun, takdir berkata lain. Almarhum akhirnya dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepergian KH Abdul Aziz RM juga mendapat perhatian dari jajaran Pemerintah Kota Probolinggo. Pada Selasa (22/9) pagi, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama istrinya, dr. Evariani, mendatangi rumah duka. Kehadiran tersebut dilakukan untuk menyampaikan takziah sekaligus mengikuti salat jenazah dan tahlil bersama sejumlah kepala perangkat daerah.
Bagi dr. Aminuddin, sosok KH Abdul Aziz RM memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Ia tidak hanya mengenal almarhum sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan banyak nasihat dan bimbingan dalam perjalanan kepemimpinannya.
“Banyak petuah dan nasihat beliau sampaikan kepada saya, mulai dari pencalonan, deklarasi, kemenangan, hingga saat ini,” ungkap wali kota dengan penuh haru.
Kesedihan tersebut semakin terasa karena beberapa jam sebelum wafat, keduanya masih sempat bertemu. Pada Senin siang, dr. Aminuddin masih bersama KH Abdul Aziz RM dalam kegiatan pembukaan MTQ ke-32 Kota Probolinggo. Dalam pertemuan itu, keduanya bahkan sempat membicarakan rencana sejumlah program pengembangan keagamaan untuk tahun 2026.
Wali Kota Probolinggo kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhum. Ia berharap KH Abdul Aziz RM mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari. Didampingi suaminya, Muhammad Yusuf, Ina datang ke rumah duka setelah salat Dhuhur untuk menyampaikan penghormatan terakhir.
Ina mengenang KH Abdul Aziz RM sebagai seorang kiai kharismatik yang memiliki hubungan dekat dengan keluarganya. Kedekatan tersebut telah terjalin sejak masa kepemimpinan ayahnya, HM Buchori, ketika menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo.
Menurut Ina, almarhum memiliki perhatian besar terhadap perkembangan kehidupan keagamaan dan pembinaan anak muda. Kiprahnya juga turut melahirkan banyak generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Beliau memiliki perhatian besar terhadap kehidupan keagamaan dan pembinaan generasi muda, serta banyak mencetak generasi pecinta Al-Qur’an di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Jenazah KH Abdul Aziz RM kemudian dimakamkan selepas salat Dhuhur di pemakaman keluarga yang berada di area Pondok Pesantren As-Sanusiyah.
Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru. Ribuan jemaah datang dari berbagai kalangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Para santri, alumni, ulama, keluarga, hingga masyarakat umum turut mengiringi perjalanan terakhir almarhum menuju tempat peristirahatan.
Kepergian KH Abdul Aziz RM bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Jejak perjuangan, ilmu, keteladanan, serta pengabdiannya dalam mengembangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an menjadi warisan yang akan terus dikenang.
Meski sosoknya telah tiada, nilai-nilai yang selama ini diajarkan kepada para santri dan generasi muda diharapkan tetap hidup dan menjadi penerang bagi mereka yang meneruskan perjuangannya.(*)






Comment