Foto: Pemilik Batik Tulis Ronggo Mukti Mahrus Ali saat menerima kunjungan mahasiswa dari Jepang, Malaysia dan ITS.
Probolinggo, Globalnext.id – Batik Tulis Ronggo Mukti di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan mahasiswa dari Jepang, Malaysia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (5/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat batik tradisional sekaligus belajar langsung teknik dasar membatik dari perajin lokal.
Rombongan terdiri dari 19 mahasiswa asal Jepang, tiga mahasiswa Malaysia, empat mahasiswa ITS serta dua dosen dari Jepang. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Pemilik Batik Tulis Ronggo Mukti Mahrus Ali.
Selama berada di lokasi, para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai Batik Tulis Ronggo Mukti. Mereka juga mengikuti praktik membatik dengan mempelajari teknik dasar dan mencoba menuangkan kreativitas pada media kaos.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana yang antusias. Para siswa terlihat senang dapat memperoleh pengalaman secara langsung mengenai proses membatik sekaligus mengenal lebih jauh budaya batik yang berkembang di Kabupaten Probolinggo.
Bagi pelajar dari Jepang dan Malaysia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami batik bukan hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya yang memiliki proses panjang dan membutuhkan ketelitian.
Salah satu peserta asal Jepang Minami mengatakan kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka wisata sekaligus edukasi mengenai batik dan budaya. “Kunjungan ke Ronggo Mukti ini kami lakukan untuk wisata dan edukasi mengenai batik dan budaya,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, para siswa dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha batik serta mencoba sendiri proses pembuatan motif pada kain. Pengalaman praktik dinilai memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan sekadar mengenal batik melalui buku atau informasi digital.
Dua dosen asal Jepang yang turut mendampingi rombongan juga memberikan apresiasi terhadap upaya Batik Tulis Ronggo Mukti dalam mempertahankan keberadaan batik tradisional.
Mereka memberikan penghargaan dan rasa hormat kepada Pemilik Batik Tulis Ronggo Mukti Mahrus Ali yang dinilai memiliki kegigihan dalam menjaga, sekaligus mengembangkan batik tradisional.
Kunjungan mahasiswa internasional tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan budaya. Para pelajar dapat mengenal salah satu kekayaan budaya Indonesia, sementara pelaku batik lokal mendapat kesempatan memperkenalkan produknya kepada masyarakat dari berbagai negara.
Pemilik Batik Tulis Ronggo Mukti Mahrus Ali menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, kedatangan mahasiswa dari luar negeri menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan Batik Tulis Ronggo Mukti secara lebih luas.
“Saya berharap semakin banyak masyarakat dari luar daerah maupun luar negeri yang mengenal batik produksi Ronggo Mukti. Dengan semakin luasnya pengenalan tersebut, batik lokal diharapkan memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Mahrus Ali berharap kunjungan mahasiswa dari berbagai negara dapat menjadi salah satu pintu bagi Batik Tulis Ronggo Mukti untuk semakin dikenal di tingkat internasional. Harapannya perkembangan usaha batik tidak hanya berdampak pada keberlangsungan tradisi, namun mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui semakin luasnya kegiatan produksi dan pemasaran.
“Harapannya dengan adanya kunjungan mahasiswa dari luar negeri ini Batik Tulis Ronggo Mukti semakin mendunia sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” harapnya.
Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa batik lokal memiliki daya tarik sebagai bagian dari wisata edukasi dan budaya. Interaksi langsung antara mahasiswa internasional dengan perajin menjadi pengalaman yang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo kepada dunia. (*)
Pewarta: Joko






Comment