Lumajang, Globalnext.id – Sinergitas antara TNI dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Djatiroto diperkuat. Hal itu mengemuka saat Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., melakukan kunjungan silaturahmi ke PG Djatiroto, Rabu (28/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya fokus pada keamanan musim giling, tetapi juga merambah pada isu strategis ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dandim didampingi Danramil 0821/12 Jatiroto Kapten Inf Wahyutomo. Rombongan diterima langsung General Manager PT SGN PG Djatiroto Agus Amanda, didampingi Asisten Manager SDM, Umum dan Pengadaan Aris Yulianto serta Perwira Keamanan Slamet Riyadi, S.H., M.M.
Jaga Kondusivitas Musim Giling 2026
Aspek keamanan menjadi pembahasan utama. Saat ini PG Djatiroto tengah menjalankan Musim Giling Tahun 2026 sehingga situasi yang kondusif sangat penting untuk menjamin kelancaran produksi.
“Koordinasi antara Kodim 0821 dengan manajemen PG Djatiroto harus semakin intensif. Keamanan bukan hanya di lingkungan pabrik, tapi juga di seluruh mata rantai mulai dari penerimaan tebu, produksi, distribusi, hingga hubungan dengan masyarakat sekitar,” jelas Dandim.
Sinergitas dengan aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan Musim Giling 2026 yang aman, tertib, dan bebas gangguan.
Dorong Dukungan Lahan untuk KDMP Kaliboto Kidul
Selain keamanan, Dandim juga mendorong PG Djatiroto berkontribusi dalam program pemerintah bidang ketahanan pangan dan ekonomi desa.
Perhatian khusus diberikan pada kebutuhan lahan untuk pembangunan KDMP Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto Saat ini desa tersebut masih terkendala mendapatkan lokasi representatif untuk gedung KDMP.
“Kami berharap PG Djatiroto dapat memberikan fasilitas berupa lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan KDMP. Ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Jatiroto,” harap Letkol Anton.
Manajemen PG Djatiroto Sambut Positif
Harapan tersebut mendapat respons positif dari manajemen PG Djatiroto. GM Agus Amanda* menyatakan, pemanfaatan aset perusahaan akan diproses sesuai ketentuan tata kelola.
“Sebagai perusahaan, setiap pemanfaatan aset harus melalui proses administrasi, kajian, dan persetujuan. Saat ini kami masih menunggu Surat Permohonan resmi dari Kepala Desa Kaliboto Kidul. Setelah itu akan kami tindaklanjuti dan ajukan ke Direksi PT SGN untuk persetujuan,” ungkap Agus.
Apabila disetujui, kerja sama pemanfaatan lahan akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Perluas Kolaborasi untuk Ekonomi Daerah
Kunjungan ini menjadi momentum penting memperluas ruang kolaborasi antara TNI dan dunia usaha. Sinergitas diarahkan tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
PT SGN PG Djatiroto memiliki peran strategis dalam perekonomian Lumajang melalui industri gula, petani tebu, tenaga kerja, dan masyarakat sekitar.
“Keamanan yang kondusif akan mendukung kelancaran produksi. Sementara sinergitas di bidang ketahanan pangan dan perekonomian diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama membangun sinergi, kolaborasi, dan komunikasi positif demi keamanan kondusif, ketahanan pangan kuat, dan perekonomian daerah yang berkembang. (*)
Pewarta: Joe






Comment