SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa
Home » Berita » Kabut Asap Selimuti Palembang, Siswa Belajar dengan Masker

Kabut Asap Selimuti Palembang, Siswa Belajar dengan Masker

foto: Siswa SDN 140 Palembang belajar dengan masker dampak kabut asap Kahutla /Tangkapan layar NTV Updates (29/8/2026).

Palembang, Globalnext.id— Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, ikut terdampak.

Sejumlah siswa terpaksa mengenakan masker selama mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Bahkan, sejumlah ikon Kota Palembang seperti Jembatan Ampera dan kawasan Sungai Musi tampak tertutup kabut asap.

Meski kualitas udara terganggu, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka masih berlangsung. Para siswa tetap mengikuti berbagai aktivitas di kelas, mulai dari doa pagi, kegiatan kelompok hingga pembelajaran

Namun, sekolah melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa. Jam pelajaran dipersingkat dan kegiatan di luar ruangan dibatasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak buruk pencemaran udara bagi kesehatan anak-anak.

Kejari Lumajang Musnahkan Barang Bukti 54 Perkara, 69 Ribu Pil dan 36,52 Gram Sabu

Di SD Negeri 140 Palembang, pihak sekolah juga menyediakan masker bagi siswa yang tidak membawa perlengkapan pelindung tersebut. Selain itu, jam masuk sekolah diundur menjadi pukul 07.30 WIB, sementara kegiatan belajar berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Para siswa juga diimbau membawa persediaan air minum yang cukup selama berada di sekolah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh siswa di tengah kualitas udara yang kurang baik.

Kondisi kabut asap tersebut turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Mereka khawatir paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan anak.
Dikutip dari NTV Updates (29/8/2026), orang tua menyatakan tetap mendukung kebijakan sekolah dan mengikuti arahan Dinas Pendidikan.

“Kalau saya selaku orang tua ikut aturan dari pihak sekolah. Kalau waktunya dikurangi saya ikuti, tapi kalau seandainya daring saya juga pasti mengikuti. Khawatir, Kak, karena kabut asap ini kan dampaknya banyak bagi penyakit pernapasan. Lingkungan juga kan sudah banyak tercemar, udara yang enggak bagus nambah ada asap ini lagi.

Sementara itu,  Kepala SDN 140 Palembang mengatakan pihak sekolah terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi pencemaran lingkungan. Sekolah juga siap mengikuti kebijakan pemerintah daerah apabila kondisi memburuk.

Duka Mendalam Mengiringi Wafatnya Ulama Kharismatik Kota Probolinggo KH Abdul Aziz RM

“Kita juga terus memantau di mana update kondisi pencemaran udara seperti dalam edaran tersebut. Jadi kita masih terus mengikuti arahan seperti itu. Tapi tetap kami berharap semoga kondisi lingkungan kita ini kembali normal, kabut asap ini segera hilang, dan tentunya tidak perlu melakukan pembelajaran daring, lebih baik tatap muka seperti itu.” Ucapnya.

Pihak sekolah berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal tanpa harus beralih ke sistem pembelajaran daring.(*)

Pewarta : Arphan/Poerwandi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement