SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesenian
Home » Berita » Semarak HUT RI ke-81 di Jogotrunan: Seni Qasidah hingga Parodi Roma Irama, Warga Bersatu dalam Kreativitas

Semarak HUT RI ke-81 di Jogotrunan: Seni Qasidah hingga Parodi Roma Irama, Warga Bersatu dalam Kreativitas

Foto: Ketua RT 03 RW 10 Jogotrunan Diah SR tampil duet bersama warga, membawakan lagu-lagu bernuansa kemerdekaan yang disambut antusias hadirin, Minggu (23/8/2026).

Lumajang, Globalnext.id — Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di lingkungan RT 03 RW 10 Kelurahan Jogotrunan, Kabupaten Lumajang, berlangsung luar biasa meriah dan penuh kehangatan pada 22–23 Agustus 2026. Diprakarsai Ketua RT 03 RW 10, Diah SR, acara ini menghadirkan ragam penampilan seni yang tak hanya menghibur, tapi juga mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Kemeriahan dimulai pada malam resepsi dengan penampilan qasidah atau samroh yang membawakan lagu-lagu Nasida Ria bertema kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Suara merdu para personil, termasuk Mutmainah yang turut tampil, menyihir hadirin sekaligus membangkitkan kenangan masa lalu. “Kami merasa sangat bahagia bisa tampil kembali, seolah-olah memutar kembali memori masa-masa saat kami masih remaja dulu,” ungkap Mutmainah penuh haru.

Suasana semakin hidup dengan parodi Roma Irama lengkap dengan lagu dan koreografi bernuansa perjuangan, serta penampilan seni Mberot atau Bantengan yang membakar semangat kebersamaan warga.

Keesokan harinya, Diah SR kembali tampil memukau, menyanyikan berbagai lagu nasional hingga duet spesial bersama Pak Lurah Jogotrunan yang disambut tepuk tangan meriah.

Kejari Lumajang Musnahkan Barang Bukti 54 Perkara, 69 Ribu Pil dan 36,52 Gram Sabu

Pengurus RW dan warga pun memuji kreativitas Diah SR. “Bu Diah ini ada saja idenya, kreativitasnya membuat warga terhibur dan suasana semakin semarak,” ujar Ketua RW Iksan Ansori, disambut persetujuan Bu Lela selaku perwakilan pengurus RW. Meski demikian, Iksan juga menyampaikan penyesalan rencana penampilan drama yang terpaksa dibatalkan karena kendala kesiapan personil dan kesibukan pengurus.

Kendati demikian, kepemimpinan dan kreativitas Diah SR membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan menjadi lebih bermakna saat diisi karya seni yang mampu menyatukan lintas generasi. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang menjadi wujud nyata cinta tanah air di tingkat paling bawah. (*)

Pewarta: PA

Duka Mendalam Mengiringi Wafatnya Ulama Kharismatik Kota Probolinggo KH Abdul Aziz RM

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement