SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lumajang Peristiwa
Home » Berita » Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat, Puluhan Gempa Terekam dalam Enam Jam

Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat, Puluhan Gempa Terekam dalam Enam Jam

Lumajang, globalnext.id— Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam periode pengamatan Minggu siang hingga sore hari (10/1/2026)  tercatat puluhan kejadian kegempaan, termasuk gempa letusan dan getaran banjir.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis menyebutkan bahwa selama rentang waktu pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB terjadi 30 kali gempa letusan atau erupsi. Gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar antara 15 hingga 22 milimeter dengan durasi 76 sampai 136 detik.

“Selama enam jam terakhir tercatat Semeru mengalami 30 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm, dan lama gempa 76-136 detik,” katanya.

Selain itu, gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, juga terekam mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 milimeter dan durasi 56 detik. Aktivitas kegempaan lainnya berupa satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8 milimeter, selisih waktu S–P selama 18 detik, serta lama gempa 38 detik.

Sambut Ramadhan, Gubernur Khofifah dan Mas Rusdi Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar-Pilar Sosial

“Semeru juga mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P 18 detik dan lama gempa 38 detik, serta 1 kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 6120 detik,” lanjutnya.

Tak hanya itu, tercatat pula satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo mencapai 35 milimeter dan durasi cukup panjang, yakni sekitar 6.120 detik. Kondisi visual gunung saat pengamatan didominasi kabut dengan tingkat 0–II hingga 0–III, sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar puncak terpantau mendung hingga hujan, disertai angin lemah yang bertiup ke arah selatan.

Mukdas menjelaskan, hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Di luar radius tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujarnya.

Sidang Isbat 2026: Pemerintah dan Ormas Pantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Selain itu, PVMBG mengingatkan agar tidak ada aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terhadap lontaran material pijar. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran, aliran lava, serta lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke aliran utama. (*)

Pewarta : Agus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ă— Advertisement
Ă— Advertisement