Kota Probolinggo, globalnext.id – Keberadaan fasilitas umum di kawasan Taman Maramis, Kota Probolinggo, menuai sorotan dari masyarakat. Ruang terbuka hijau yang semestinya menjadi tempat rekreasi dan interaksi sosial itu kini dinilai mengalami penyimpangan fungsi akibat aktivitas pedagang kaki lima (PKL).
Sejumlah PKL diketahui menempatkan dan meninggalkan gerobak dagangannya di dalam area taman. Pemandangan tersebut tampak hampir setiap hari, baik pada siang maupun malam hari, sehingga mengurangi estetika taman sekaligus membatasi ruang gerak pengunjung.
Kondisi di lapangan menunjukkan area taman yang seharusnya lapang dan tertata justru terlihat tidak rapi, dengan adanya gerobak yang tidak digunakan, membuat kenyamanan pengunjung terganggu.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa keberadaan gerobak-gerobak tersebut cukup meresahkan. Menurutnya, taman sebagai fasilitas publik seharusnya dijaga kebersihan dan ketertibannya agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan nyaman..
“Sangat mengganggu. Taman ini seharusnya bersih dan nyaman, tapi sekarang malah jadi tempat parkir gerobak,” keluhmya pada Jumat, (16/1/2025).
Menanggapi keluhan itu, salah satu awak media telah menghubungi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Keduanya menyatakan akan melakukan langkah penertiban terhadap PKL yang menggunakan fasilitas taman tidak sesuai dengan peruntukannya.
Meski demikian, hingga laporan ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan nyata di lapangan. Gerobak PKL masih ditemukan berada di area taman dan kondisi tersebut terus menjadi bahan keluhan warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Probolinggo dapat bertindak tegas dan berkelanjutan dalam menjaga fungsi Taman Maramis sebagai ruang publik, sehingga tetap tertib, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat luas.(*)
Pewarta : Joko




Comment