Foto : Sabrang Mowo Damar Panuluh ( Noe Letto) putra Budayawan Cak Nun.
Jakarta , Globalnext.id – Sorotan atas pertunjukan stand up comedy Pandji Pragiwaksono terus memantik diskusi publik. Namun, bagi Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa Noe Letto, respons terhadap kritik semestinya tak perlu berisik apalagi emosional.
Noe menilai, pihak-pihak yang mewakili pemerintah, khususnya hubungan masyarakat (PR), kerap terpeleset saat menghadapi kritik. Alih-alih tenang dan terukur, respons yang muncul justru terasa emosional.
“Saya berkali-kali ngeritik betapa PR, public relation pemerintah kalau handle situasi kritis itu sangat emosional. Contohnya handle sopo sih, Pandji. Itu mbalesnya kok emosional sih,” kata Noe dalam kanal YouTube Sabrang MDP Official, Jumat (23/1/2026).
Menurut Noe, pendekatan yang ideal justru sederhana tapi berdampak dengan mengakui masalah jika memang ada, menjelaskan kondisi secara terbuka, lalu menunjukkan komitmen yang bisa diawasi publik.
Pernyataan itu muncul setelah Noe resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI pada 15 Januari 2026. Ia menjadi salah satu dari 12 tenaga ahli baru yang direkrut untuk memperkuat perumusan kebijakan pertahanan nasional, dengan fokus pada bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi.
Kementerian Pertahanan menegaskan, penunjukan Noe dilakukan melalui proses profesional berbasis kompetensi dan rekam jejak. Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menepis anggapan bahwa pengangkatan tersebut dipengaruhi latar belakang keluarga atau popularitas. Proses ini
murni seleksi khusus sesuai kebutuhan.
Noe sendiri menempatkan perannya secara tegas. Ia menyebut kehadirannya di DPN bukan untuk kepentingan politik praktis, melainkan memberi masukan strategis dalam kerangka kepentingan negara. DPN, sebagai lembaga non struktural di bawah Presiden, bertugas memberikan rekomendasi kebijakan strategis di sektor pertahanan.
Di luar perannya sebagai pejabat negara, Noe dikenal luas sebagai musisi dan pemikir. Ia adalah vokalis sekaligus keyboardis band Letto hingga 2014. Lahir pada 10 Juni 1979,
Merupakan putra pertama dari Budayawan Cak Nun. Noe juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia lulusan University of Alberta, Kanada, dengan gelar Bachelor of Science di bidang Fisika dan Matematika.
Di tengah hiruk pikuk kritik dan respons publik, pesan Noe terasa sederhana tapi tajam, bahwa negara tak perlu alergi pada kritik. Karena kadang, dari panggung komedi sekalipun, ada kebenaran yang mengetuk pelan, tinggal mau didengar atau tidak. (Red)




Comment