SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi
Home » Berita » Gapoktan Karang Makmur Dilatih Membuat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Gapoktan Karang Makmur Dilatih Membuat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

POPT BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati memberikan pelatihan pembuatan pestisida nabati kepada anggota Gapoktan Karang Makmur Desa Pajarakan Kulon Probolinggo
POPT BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati saat memberikan pelatihan pembuatan pestisida nabati kepada anggota Gapoktan Karang Makmur Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo , Globalnext.id – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karang Makmur Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo mendapat pelatihan pembuatan pestisida nabati (pestina) sebagai upaya pencegahan serangan hama dan penyakit tanaman secara preventif. Pelatihan ini dilaksanakan dalam pertemuan rutin bulanan Gapoktan pada Rabu (24/12/2025).

Pelatihan tersebut mengajarkan para petani cara membuat pestisida dari bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan, berbiaya murah dan ramah lingkungan. Kegiatan ini menghadirkan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati serta diikuti oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Pajarakan dan seluruh anggota Gapoktan Karang Makmur.

Dalam pemaparannya, POPT BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati menjelaskan pestisida nabati merupakan alternatif pengendalian hama yang aman dan berkelanjutan. Penggunaan pestisida berbahan alami dapat menekan dampak negatif terhadap lingkungan tanpa mengurangi efektivitas pengendalian hama.

“Pestisida nabati merupakan pilihan tepat bagi petani yang ingin menjaga kelestarian lingkungan. Bahan-bahannya berasal dari alam, mudah terurai dan tidak berbahaya bagi manusia maupun organisme lain di lingkungan pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan justru dapat mengganggu keseimbangan agroekosistem, terutama terhadap musuh alami hama yang berperan penting dalam menjaga kestabilan lingkungan pertanian.

Niat Puasa Ramadan 1447 H: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu yang Tepat Menurut Fiqih

“Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat mengancam keberadaan musuh alami. Padahal, keberadaan musuh alami merupakan indikator agroekosistem yang seimbang. Karena itu, petani perlu membijaki dengan cara alternatif ramah lingkungan seperti penggunaan pestisida nabati,” imbuhnya.

Dalam sesi praktik, Ika memandu langsung pembuatan pestisida nabati dengan kapasitas 20 liter. Bahan yang digunakan antara lain daun mimba 500 gram, daun sirsak 500 gram, batang serai 500 gram, daun tembakau 500 gram serta bawang putih sebanyak empat dompol.

Seluruh bahan tersebut ditumbuk hingga halus, kemudian direbus hingga mendidih dan didiamkan semalaman. Larutan hasil rebusan tersebut siap digunakan keesokan harinya dengan dosis aplikasi sekitar 500 mililiter per tangki semprot.

Sementara Ketua Gapoktan Karang Makmur Ahmad Safari mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah diterapkan oleh para petani di lapangan.

“Pelatihan ini sangat membantu petani. Selain caranya mudah, bahan-bahannya juga tersedia di sekitar kita. Selama ini penggunaan pestisida sintetis sudah terlalu berlebihan dan biaya sarana produksi juga cukup mahal,” ungkapnya.

Sambut Ramadhan, Gubernur Khofifah dan Mas Rusdi Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar-Pilar Sosial

Ia berharap, melalui pelatihan ini, para anggota Gapoktan Karang Makmur dapat mulai mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan beralih ke metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pajarakan Priyo Basuki menilai penggunaan pestisida nabati tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan keuntungan secara ekonomi bagi petani.

“Pestisida nabati bukan hanya solusi ekologis, tetapi juga ekonomis. Ini saat yang tepat bagi petani untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis. Praktik seperti ini bisa diperluas ke wilayah lain untuk mengendalikan hama tanpa merusak agroekosistem,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh PPL Desa Pajarakan Kulon Zulaichah Kusumawardhani. Ia berharap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini benar-benar diterapkan oleh petani binaannya dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

“Kami berharap petani dapat menerapkan pestisida nabati ini secara konsisten, sehingga biaya produksi bisa ditekan dan lingkungan pertanian tetap terjaga. Ini merupakan langkah preventif menuju pertanian yang lestari dan selaras dengan alam,” pungkasnya. (*/Joko)

Sidang Isbat 2026: Pemerintah dan Ormas Pantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan 1447 H

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement