Probolinggo Kota , globalnext.id — “Kami tidak membutuhkan Ibu yang sempurna. Kami hanya ingin Ibu yang hadir. Mendengar kami, memeluk kami, menemani kami tumbuh dengan cinta. Terima kasih Ibu, karena teguran kami ini lahir dari sayang, bukan dari berani. Kami cinta Ibu”.
Begitulah pesan yang tersirat dalam sebuah film “Sehelai Kasih Seribu Jahitan”. Menyambut Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, Ketua TP PKK Kota Probolinggo ikut nonton bareng (nobar) film pendek karya civitas akademika Namira itu, di Sams Studio, Kamis (18/12).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang apresiasi karya kreatif anak bangsa, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan. Nobar sore itu juga disertai penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Sumatera dan wilayah Tiris, Kabupaten Probolinggo. Dari total 441 penonton yang terdiri atas siswa, orang tua, dan guru, terkumpul donasi sebesar Rp 40 juta.
Kehadiran Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin bersama jajaran pengurus TP PKK Kota Probolinggo menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan nilai keluarga, kepedulian sosial, serta pengembangan kreativitas generasi muda.
Film “Sehelai Kasih Seribu Jahitan” mengangkat cerita tentang makna kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Bukan sekedar materi, kebahagiaan sejati seorang anak lahir dari waktu, perhatian, dan kehadiran jiwa orang tua yang membersamai tumbuh kembang mereka, mengisi ruang cinta di hati anak-anak.
“Film ini mengingatkan kita bahwa cinta orang tua tidak selalu diukur dari seberapa banyak yang diberikan, tetapi dari seberapa tulus waktu dan perhatian yang kita hadirkan untuk anak-anak. Kehadiran orang tua secara utuh dan jiwa raga, adalah hadiah terbesar bagi mereka,” ujar dr. Evariani.
Ia juga menyampaikan rasa bangga atas semangat solidaritas yang terbangun melalui kegiatan nobar ini. “Saya mengapresiasi civitas akademika Namira dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini berhasil menyatukan nilai keluarga, kreativitas, dan kepedulian sosial. Donasi yang terkumpul adalah bukti bahwa empati dan gotong royong masih hidup dan kuat di masyarakat tengah kita,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Probolinggo berharap pesan film dapat menjadi pengingat bagi keluarga untuk terus membangun kedekatan emosional dengan anak, sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.
Peringatan Hari Ibu pun tak hanya menjadi seremoni, tetapi menjelma menjadi gerakan cinta, kepedulian, dan penguatan nilai-nilai keluarga sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang berdaya, berempati, dan berkarakter.
Sementara itu, Ketua Yayasan Namira School dr Mirrah Samiyah yang menginisiasi kegiatan ini mengungkapkan, jika film pendek tersebut diputar di kalangan internal hanya sehari.
“Semoga bermanfaat dan terinspirasi setelah menyaksikan film pendek tersebut serta mengambil hikmah tentang kisahnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tutupnya. (*/Joko)




Comment